Kasus Tudingan PKI, Alfian Tanjung Tak Penuhi Panggilan Polisi

Reza Gunadha | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 18 Mei 2017 | 13:23 WIB
Kasus Tudingan PKI, Alfian Tanjung Tak Penuhi Panggilan Polisi
Pengamat komunis di Indonesia, Alfian Tanjung, mendeklarasikan Barisan Ganyang Komunis Indonesia di Gedung Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat(3/6/2016). [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Polisi gagal memeriksa AlfianTanjung terkait penyelidikan kasus ujaran kebencian, lantaran yang bersangkutan berhalangan hadir. Alasan Alfian tidak memenuhi panggilan adalah masih berada di luar kota.

"Iya benar, tadi pihak kepolisian juga sudah telepon saya. Saya belum bisa hadir hari ini. Saya masih di luar kota kan tidak keburu," kata Alfian kepada Suara.com, Kamis (18/5/2017).

Namun, Alfian enggan menjelaskan alasan dirinya bepergian ke luar kota.

"Kamu mau nanya urusan acara di Polda itu kan, ya sudah, kalau urusan kemana, urusan kantor kek, urusan keluarga,  urusan ini. Kalau saya ke mana boleh dong saya tidak menjawab," tukasnya lagi.

Alfian mengklaim sudah mengkoordinasikan absennya itu kepada pengidik. Ia juga mengaku telah meminta penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaannya

"Saya bisanya hadir minggu depan. Saya minta geser waktu. Saya sih menawarkan geser hari Kamis (25/5) depan," terangnya.

Sebelumnya, polisi mengagendakan pemeriksaan terhadap Alfian terkait penyelidikan kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian lewat media sosial.

Alfian diduga menuding sebagian politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kasus tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Partai Demokmerupakan laporan PDIP.

Alfian Tanjung pernah disomasi anggota Dewan Pers Nezar Patria pada Senin (30/1/2017) lantaran menuduhnya sebagai kader PKI.

Lewat somasi tersebut, pengacara Nezar, Kamal Farza, meminta Alifian berhenti menyebarkan fitnah.

Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki juga turut melayangkan somasi kepada Alfian lantaran dituduh sebagai komunis.

Tuduhan ini disampaikan dalam ceramah yang videonya sempat viral di media sosial. Saat itu, Alfian Tanjung ceramah di Masjid Jami Said, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2016).

"Mereka (PKI) sudah menguasai Istana, hampir sebulan ini tidak ada lagi konsultan tentara. Rapat-rapat di istana negara sekarang ini dipimpin oleh orang yang namanya Teten Masduki, Urip Supriyanto, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, Nezar Patria, dan sederet kader-kader PKI, yang mereka buat istana tempat rapat rutin mereka setiap hari kerja di atas jam delapan Malam ke atas Keren ya, jadi istana negara sekarang jadi sarangnya PKI sejak bulan Mei 2016."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tuduh Politisi PDIP Kader PKI, Alfian Tanjung Dipolisikan

Tuduh Politisi PDIP Kader PKI, Alfian Tanjung Dipolisikan

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 11:47 WIB

Mabes Polri Usut Dugaan Ujaran Kebencian Ustadz Alfian Tanjung

Mabes Polri Usut Dugaan Ujaran Kebencian Ustadz Alfian Tanjung

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 23:15 WIB

Politikus PDIP Kritik KPK yang Dianggap 'Dewa'

Politikus PDIP Kritik KPK yang Dianggap 'Dewa'

News | Sabtu, 06 Mei 2017 | 16:16 WIB

Jawa Barat, Palagan Selanjutnya si 'Banteng Ketaton'

Jawa Barat, Palagan Selanjutnya si 'Banteng Ketaton'

News | Sabtu, 22 April 2017 | 06:30 WIB

Pengaduan 1965 Terlalu Banyak, Komnas: Kami Tak Bisa Apa-apa

Pengaduan 1965 Terlalu Banyak, Komnas: Kami Tak Bisa Apa-apa

News | Minggu, 19 Maret 2017 | 19:10 WIB

Apa Kabar Penanganan Tragedi 1965-1966?

Apa Kabar Penanganan Tragedi 1965-1966?

News | Minggu, 19 Maret 2017 | 18:40 WIB

TNI Bantah Panglima Katakan akan Habisi PKI Walau Dilarang Jokowi

TNI Bantah Panglima Katakan akan Habisi PKI Walau Dilarang Jokowi

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 20:22 WIB

Ketua MUI: Selidiki Lambang PKI di Sekitar Pesantren Pamekasan

Ketua MUI: Selidiki Lambang PKI di Sekitar Pesantren Pamekasan

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 06:04 WIB

Logo Palu Arit, Orang yang Dengar Ceramah Rizieq akan Diperiksa

Logo Palu Arit, Orang yang Dengar Ceramah Rizieq akan Diperiksa

News | Selasa, 31 Januari 2017 | 19:20 WIB

Dituduh Kader PKI, Nezar Patria Somasi Alfian Tanjung

Dituduh Kader PKI, Nezar Patria Somasi Alfian Tanjung

News | Senin, 30 Januari 2017 | 13:52 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB