Jokowi Geregetan dengan Konflik Horizontal di Indonesia

Kamis, 18 Mei 2017 | 15:51 WIB
Jokowi Geregetan dengan Konflik Horizontal di Indonesia
Presiden Joko Widodo dikerumuni pelajar di Istana. (Suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Presiden Joko Widodo menilai Indonesia masih jauh tertinggal di dunia global secara perkembangan teknologi. Negara-negara terus bergerak lebih maju, sedangkan Indonesia masih sibuk dengan konflik horizontal atau sesama masyarakat dan saling menghujat yang menghambat produktivitas.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

"Kita masih berkutat hal yang tidak produktif, urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat menghujat yang tidak produktif dan selalu negatif. Selalu mengembangkan negatif thinking ke yang lain, suudzon sama yang lain, fitnah, kabar bohong, apakah ini akan kita teruskan?" kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan cepatnya perubahan yang terjadi di masyarakat dunia. Ia mencontohkan dalam bidang teknologi informasi seperti internet yang mengubah pola kehidupan masyarakat di seluruh dunia.

"Perubahan dunia sekarang ini sangat cepat sekali, setiap detik berubah, tiap menit berubah, tiap jam berubah, tiap hari, tiap Minggu, tiap bulan berubah. Kalau kita bekerja liner, bekerja rutinitas, kerja monoton pasti ditinggal kita. Coba lihat di saat masyarakat kita masih belajar tentang internet, dunia telah lebih maju dengan menggunakan mobile internet. Saat kita telah belajar mobile internet, masyarakat dunia telah mengganti dengan artificial intelligence atau mesin cerdas," ujar dia.

Dia memaparkan, dunia luar kini sudah semakin maju dengan teknologinya, seperti Elon Musk yang membuat mobil fantastik masa depan. Kemudian, gagasan lain dalam membuat hyper loop atau memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain dengan sangat cepat, serta berbicara mengenai space X atau bagaimana mengelola ruang angkasa agar berguna bagi manusia.

Jokowi mengaku juga tak habis pikir dengan masyarakat yang masih selalu berkutat dengan masalah cantrang (alat tangkap ikan tradisional), masalah petani, pupuk, bibit dan irigasi.

Menurut dia seharusnya nelayan telah beranjak agar bagaimana mereka bisa ke offshore, atau aquaculture. Sedangkan, petani seharusnya telah bercocok tanam dengan teknologi modern.

"Kita terus menerus berpuluh-puluh tahun masalah irigasi nggak rampung-rampung, masalah benih nggak rampung-rampung. Nelayan masalah cantrang nggak rampung-rampung, kita mau ke mana? nggak bisa kita seperti yang kemarin-kemarin. Saya sudah gregetan betul dengan masalah-masalah tidak produktif itu," tandas dia.

Baca Juga: DPR Minta Kasus Habib Rizieq Tidak Ditautkan Isu Intoleransi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI