Senator: Bom Kampung Melayu Pasti Ada Dalang di Belakangnya

Siswanto

Minggu, 28 Mei 2017 | 06:20 WIB
Senator: Bom Kampung Melayu Pasti Ada Dalang di Belakangnya
Wakil Ketua DPD Nono Sampono bersama A. M. Fatwa, Dailami Firdaus, dan Abdul Azis Kafia [DPD]
Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia meminta pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut. 
 
Nono Sampono bersama dengan tiga anggota DPD dari Provinsi DKI Jakarta, A. M. Fatwa, Dailami Firdaus, dan Abdul Azis Kafia serta Sekretaris Jenderal DPD Sudarsono Hardjosoekarto datang menjenguk dua korban bom bernama Tasdik Saputro dan Susi Fitriyani yang masih terbaring lemah di ruang perawatan RS. Budhi Asih, Cawang, beberapa waktu yang lalu.
 
Nono berharap teror bom bunuh diri dapat diusut tuntas karena bukan lagi kriminal biasa, melainkan arahnya sudah jelas yaitu negara. 
 
Pasukan antiteror TNI disarankan terlibat dalam menangani kasus-kasus terorisme di Indonesia. 
 
“Teror ini pasti ada dalang di belakangnya, bukan hanya pelaku yang cuma kita tuju, tapi harus diselidiki juga apakah ada jaringan di belakangnya. Perlu kerja keras dan koordinasi yang intens antara Polri, TNI, BIN dan BNPT dalam menanggulangi sejak dini potensi terjadinya terorisme dan serangan-serangan kelompok," ujarnya. 
 
Selain mengutuk keras tindakan tersebut, dia juga berharap pemerintah beserta DPR segera merivisi UU Anti Terorisme agar pencegahan dini serta tindakan aparat berwajib dapat bekerja maksimal. 
 
“Revisi UU terorisme sedang dilakukan, saya harap UU tersebut kelak bisa mengatur secara komprehensif dan menjangkau tindakan represif serta preventif," kata dia.
 
Untuk meminimalisir paham radikalisme, menurut Nono, harus ditelusuri juga apa landasannya, sehingga bisa dicegah dikemudian hari.  
 
"Tindakan terorisme itu banyak faktornya apakah karena ekonomi, ideologis dan politis, nah dari sini harus diperhatikan apa landasannya sehingga bisa dipahami dan dicegah," katanya.
 
Nono Sampono tidak habis pikir dengan aksi bom bunuh diri.
 
"Saya sangat mengutuk pelaku bom di kampung melayu, apa pun motifnya, ini merupakan musuh kita bersama, karena beberapa oknum jangan sampai menggeneralisasi kepada kelompok dan golongan tertentu," kata dia.
 
Sudarsono berharap agar masyarakat tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. 
 
"Saya harap masyarakat bisa juga memantau kejadian di sekitarnya, jika ada kegiatan yang mencurigakan terutama dari orang asing, maka wajib diantisipasi dengan melaporkannya kepada pihak kepolisian," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×