Array

Triawan Munaf Jawab Kritik Saya Indonesia, Saya Pancasila

Minggu, 04 Juni 2017 | 14:41 WIB
Triawan Munaf Jawab Kritik Saya Indonesia, Saya Pancasila
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menjawab kritikan beberapa anggota DPR terkait slogan ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’ yang menjadi slogan kampanye Hari Lahir Pancasila.

Di antara yang mengkritik adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan mantan Ketua DPR Ade Komarudin. Menurut mereka padanan bahasa ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’ salah.

Menurut Ade, seharusnya bahasa yang benar ‘Saya orang Indonesia, Saya Pancasila’. Bagaimana jawaban kritikan itu?

Berikut jawaban ayah artis Sherina Munaf itu dalam akun Instagramnya:

Buat yang mengritik secara dahsyat bahwa 'Saya Indonesia, saya Pancasila' itu salah, dan seharusnya katanya "Saya Orang Indonesia, saya Pancasilais", ini respon saya:

Kami menggunakan idiom anak muda yg 'Elliptic' agar kena dan sesuai dengan apa yg mereka sering gunakan sehari-hari. Apalagi ini adalah slogan yang harus 'catchy'. Seperti istilah 'A dream come true', secara grammar harusnya 'A dream (that has) come true'. Juga 'a horse [that was] left behind atau 'A day [that has/is] gone by'. Mungkin belum banyak yang paham mengenai hal tsb. Maklum bukan anak millennials. Dan terbukti slogan ini mendapat sambutan yg luar biasa hingga viral. Hanya anak millennials yg mengerti. Belum pernah sebelumnya kampanye Pancasila bisa diterima lewat pop-culture. Tidak basi seperti yang sudah-sudah.

Sedangkan bagi yang mengkritik bahwa pemilihan penggunaan kata 'saya' tidak 'merangkul', dan seharusnya menggunakan 'kami'. Jawaban saya: penggunaan kata 'SAYA Indonesia, SAYA Pancasila' justru lebih mengikat secara personal akan KOMITMEN setiap jiwa warga negara dan tidak berlindung di belakang yang lain.

Karena Pancasila seyogyanya ada di aliran darah dan di detak jantung SETIAP orang Indonesia.

Baca Juga: Ari Wibowo Sentil Rasisme dan Pancasilais

Saran saya bikin saja kampanye yang lebih bagus dan lebih kena untuk generasinya sendiri. Saya menghormati pendapat yang beragam. Pancasila mengajari kita untuk seragam dalam memahami keberagaman. Pancasila, aku padamu!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI