Melihat Marawi di Masa Lalu, Sampai Kini Diserbu ISIS

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 09 Juni 2017 | 19:23 WIB
Melihat Marawi di Masa Lalu, Sampai Kini Diserbu ISIS
Seorang tentara Filipina, pada Rabu (31/5), sedang mengawal sejumlah warga kota Marawi yang akan diungsikan keluar dari kota yang sedang diduduki kelompok teroris itu (AFP/Ted Aljibe].

Suara.com - Di abad ke-19, ciri khas ke-Islaman Kota Marawi Filipina persis seperti di Indonesia. Islam di sana berbaur dengan budaya lokal.

Di Indonesia, ciri tersebut dinamakan 'Islam Nusantara'. Bahkan ulama di Marawi banyak mengutip pemikiran toleransi Syekh Abdul Rauf Singkel di Aceh.

Hanya saja setelah penjajahan kolonial yang dilakukan barat 'gerogori' nilai-nilai dasar Islam bertoleran terhadap budaya setempat. Lambat laun, kelompok radikal pun mudah masuk ke sana.

Hal itu diceritakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Oman Fathurahman kepada suara.com awal pekan ini. Oman adalah peneliti manuskrip Islam Nusantara pertama di Indonesia. Ratusan manuskrip Islam kuno sudah dia baca. Dokumen itu menceritakan masa lalu Islam di Indonesia.

Gerombolan Maute yang terdiri dari teroris-teroris lintasnegara, mencoba membangun kekhalifahan ISIS di Marawi. Kota tersebut, ingin direbut dan dijadikan basis ISIS di wilayah Asia Tenggara.

Sementara itu ada 17 WNI lainnya yang berada di Filipina untuk kegiatan berdakwah dan tidak terlibat jaringan terorisme. Ketujuh belas WNI tersebut kini berada di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao menunggu dipulangkan ke Tanah Air.

Peristiwa radikalisme masuk ke Marawi, menurut Oman, harus dijadikan pelajaran di Indonesia. Oman mengingatkan karakter Islam Nusantara di Indonesia harus dipertahankan sebagai penguat toleransi antar umat.

"Setelah abad ke-19, ada kolonialisme di Marawi. Dan di sana muslim minoritas. Saat itu menggrogoti akar-akar Islam Nusantara-nya. Setelah itu yang lebih kuat salafisme. Sehingga saya tidak telalu heran wilayah itu menjadi yang menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan menjadi basis pendidikan ISIS di Asia Tenggara. Karena akar Islam Nusantara di sana rapuh.
Saya ingin mengingatkan Indonesia, bukan tidak mungkin itu terjadi di sini kalau kita tidak menjaga karakter keberagaman Islam Nusantara," kata Oman.

Cerita Oman lengkapnya akan dipublish di rubrik wawancara khusus edisi Ramadan suara.com, Senin (12/6/2017) pekan depan.

(Pebriansyah Ariefana/Jane Anthrani/Dendi Afriyan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Teroris Marawi ke Tanah Air, Ini yang Dilakukan BNPT

Cegah Teroris Marawi ke Tanah Air, Ini yang Dilakukan BNPT

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 15:43 WIB

Cegah Kombatan ISIS Masuk Indonesia, Patroli Maritim Diperkuat

Cegah Kombatan ISIS Masuk Indonesia, Patroli Maritim Diperkuat

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 14:44 WIB

Densus 88 Bekuk Donatur WNI yang Perang di Marawi Filipina

Densus 88 Bekuk Donatur WNI yang Perang di Marawi Filipina

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 07:47 WIB

Lelaki Muslim Sembunyikan 64 Orang Kristen dari Perburuan ISIS

Lelaki Muslim Sembunyikan 64 Orang Kristen dari Perburuan ISIS

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 06:47 WIB

Kapolri Pastikan 16 WNI di Marawi Tak Terlibat Konflik

Kapolri Pastikan 16 WNI di Marawi Tak Terlibat Konflik

News | Senin, 05 Juni 2017 | 16:08 WIB

16 WNI yang Terjebak di Marawi Kembali ke Indonesia Malam Ini

16 WNI yang Terjebak di Marawi Kembali ke Indonesia Malam Ini

News | Sabtu, 03 Juni 2017 | 19:06 WIB

Satu Perempuan dan 37 Lelaki WNI Terlibat Perang di Filipina

Satu Perempuan dan 37 Lelaki WNI Terlibat Perang di Filipina

News | Jum'at, 02 Juni 2017 | 15:35 WIB

17 WNI yang Terjebak di Marawi Pulang ke Indonesia Besok

17 WNI yang Terjebak di Marawi Pulang ke Indonesia Besok

News | Jum'at, 02 Juni 2017 | 12:49 WIB

17 WNI yang Terjebak di Marawi Filipina Akhirnya Bisa Dievakuasi

17 WNI yang Terjebak di Marawi Filipina Akhirnya Bisa Dievakuasi

News | Jum'at, 02 Juni 2017 | 12:18 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB