Kisah Kartu Lebaran dari Zaman Cetak ke Generasi WA

Siswanto

Selasa, 20 Juni 2017 | 06:20 WIB
Kisah Kartu Lebaran dari Zaman Cetak ke Generasi WA
Penjual kartu ucapan dan angpao lebaran di Kantor Pos Pusat, Jakarta, Jumat (1/7). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Tiga atau dua minggu menjelang Idul Fitri, remaja-remaja generasi 1980-an atau 1990 awal, biasanya sibuk untuk membeli kartu ucapan Lebaran di toko buku atau di koperasi. Dengan kartu tersebut, mereka mengirimkan ucapan selamat dan bermaaf-maafan kepada kekasih, teman, atau keluarga nun jauh di sana.

Toko-toko buku biasanya penuh di kala jelang Idul Fitri, mereka sibuk memilih kartu ucapan untuk membuat hati orang yang menerimanya nanti terkesan.

Setelah mendapatkan kartu, mereka membeli perangko. Kemudian, pergi ke kantor pos atau mobil pos keliling untuk mengirimkan kartu ucapan. Sesampai di tempat jasa pengiriman surat, merasakan antrian yang panjang.

Pilihan pengiriman ketika itu ada beberapa, umumnya paket biasa atau kilat khusus yang harganya tentu lebih mahal kilat khusus karena sampai di tujuan lebih cepat.

Zainal Abidin, pemuda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, salah satunya. Zainal merupakan generasi tahun 1990-an. Dia masih merasakan betapa senang didatangi pak pos yang ingni menyerahkan kiriman kartu Lebaran dari sahabat.

Zainal termasuk generasi yang merasakan terjadinya perubahan zaman. Dari kartu ucapan dalam bentuk cetak ke dalam bentuk lain yaitu SMS.

"Waktu itu pakai SMS lewat ponsel Nokia 1100," kata Zainal kepada Suara.com.

Dengan SMS tentu saja lebih praktis dan murah, cepat sampai pula.

Setelah itu, Zainal mengalami beberapa metamorfosis bentuk kartu ucapan Lebaran. SMS kemudian digantikan dengan BBM, setelah itu muncul media sosial seperti Facebook atau Twitter, dan sekarang cukup via WhatsApp dengan gratis dan banyak pilihan bentuk kartu elektronik.

Zainal merasa ada kerinduan dengan kartu ucapan lebaran. Meskipun sampainya di tujuan lama, ada rasa kebanggaan dan kesenangan ketika menerimanya.

"Kesan jelas surprise ketika dapat kartu, kalau sekarang kayak chat biasa," tutur lelaki berusia 32 tahun.

Tak mengenal kartu Lebaran berperangko

Setelah tahun 2000-an, ketika internet bisa begitu mudah diakses, kartu Lebaran dianggap sebagai barang kuno. Anak-anak generasi ini, mayoritas tak lagi memakai cara lama. Mereka memilih cara yang lebih simple yaitu mengirimkan lewat berbagai aplikasi yang tersedia di mobile phone.

"Di era digital saat ini kartu tersebut semakin ditinggalkan oleh orang-orang. Bahkan, ada yang sama sekali belum pernah merasakan menggunakan kartu itu. Karena saat ini melalui gadget seseorang dengan mudah bisa berkomunikasi satu sama lain. Seperti saya," kata alumnus UPN Veteran Jakarta Adi Prasetyo.

Melalui gadget seseorang bisa lebih cepat menyampaikan ucapan kepada orang lain tanpa batas ruang dan waktu.

"Berbeda dengan kartu Lebaran yang harus dikirim melalui pos untuk bisa sampai ke tempat tujuan dan tentunya makan waktu cukup lama. Sedangkan melalui gadget, kita tidak hanya bisa mengirimkan ucapan berbentuk tulisan ataupun telpon. Dengan handphone yang ada saat ini, kita bisa melihat teman ataupun saudara dengan menggunakan layanan video call yang sudah ada di gadget kita," katanya.
Adi mengatakan generasinya sudah tidak berminat dengan kartu Lebaran berbentuk cetak.

"Masyarakat lebih memilih cara modern karena dianggap lebih efisien ketimbang kartu Lebaran yang sudah tertinggal oleh zaman," katanya.

Mahasiswi Universitas Tarumanegara Jakarta Rani Febriani juga demikian.

Dia mengatakan sekarang ini pengiriman ucapan Idul Fitri lebih sederhana, cepat, dan murah.

"Karena teknologi dan sosial media sudah berkembang di zaman era globalisasi jadi jarang umat muslim untuk mengucapkan selamat Idul Fitri melalui kantor pos karena lewat pos kadang terlambat dan tidak sesuai ekspektasi," kata dia.

Rani mengatakan sosial media memungkinkan semua pesan terkirim saat itu juga. Bahkan, kata dia, sekarang banyak aplikasi video call gratis.

"Orang lebih mudah mengucapkan selamat Idul Fitri kepada rekan-rekannya di luar kota ataupun luar negeri karena prosesnya yang cepat hanya itungan detik dan lewat media sosial kita bisa video call dengan rekan kita bisa melihat secara visual keadaan rekan atau kerab saudara yang diajak bicara," kata dia.

Makanya, sekarang ini sering muncul meme untuk mengukur diri apakah tergolong generasi tua atau muda. Jika kita mengakui pernah mengalami masa-masa memakai kartu lebaran kertas, itu tandanya jangan mengaku generasi muda lagi.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 21:19 WIB

Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya

Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 14:19 WIB

Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?

Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB

Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas

Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:05 WIB

Dompet Menipis Usai Lebaran? Sequis Life Dorong Reset Keuangan dan Kesehatan

Dompet Menipis Usai Lebaran? Sequis Life Dorong Reset Keuangan dan Kesehatan

Foto | Rabu, 01 April 2026 | 05:55 WIB

Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran

Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:36 WIB

Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:00 WIB

Maia Estianty Open House Saat Lebaran, Sajian Ini Curi Perhatian!

Maia Estianty Open House Saat Lebaran, Sajian Ini Curi Perhatian!

Your Say | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:40 WIB

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:13 WIB

Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya

Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

×