suara mereka

Idul Fitri 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perhitungannya Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah

Farah Nabilla Suara.Com
Rabu, 04 Maret 2026 | 13:57 WIB
Idul Fitri 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perhitungannya Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
Ilustrasi suasana lebaran Idul Fitri [Gemini AI]

Suara.com - Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 merupakan hari yang paling dinanti bagi umat muslim seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah masih menunggu kepastian Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag), yang mana akan menyelenggarakan sidang isbat pada 19 Maret 2026.

Perlu diketahui bahwa Pemerintah dan Muhammadiyah mempunyai landasan masing-masing dalam menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah. Lantas, seperti apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Arti dari Lebaran

Lebaran merupakan istilah populer yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menyebutnya sebagai Hari Raya Idul Fitri.

Kata lebaran sendiri berasal dari bahasa Jawa yakni lebar yang berarti selesai, sedangkan makna bahasa Betawi lebar itu lapang atau luas hati.

Selain itu, lebaran umumnya identik dengan tradisi mudik, silaturahmi, halal-bihalal. Sehingga Anda perlu mengetahui waktu 1 Syawal 1447 H secara tepat, supaya bisa merencanakan segala sesuatunya dengan baik untuk menyambut momen penuh suka cita.

Memahami Perbedaan Metode Penetapan 1 Syawal 1447 H Versi Pemerintah dengan Muhammadiyah

Perbedaan dalam menetapkan waktu untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di Tanah Air ini sudah lumrah alias seringkali terjadi. Sebagai wujud dinamika keberagaman terhadap penggunaan metode ijtihad.

Baca Juga: Mudik Gratis Telkom 2026 Dibuka: Simak Jadwal, Cara Pendaftaran, dan Rute Perjalanan

Menurut informasi dari berbagai sumber, dua metode ijtihad ini sering dipakai dalam menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah.

     Metode Hisab Hakiki atau Versi Muhammadiyah

Saat menentukan awal bulan selalu berpatokan pada perhitungan matematis-astronomis secara presisi.

     Metode MABIMS dan Rukyatul Hilal (Pemerintah serta NU)

Metode tersebut menitikberatkan pada pemantauan fisik hilal di beberapa titik yang ada di Indonesia. Saat menganalisa, Pemerintah memakai MABIMS dengan syarat tertentu.

Syarat tersebut berupa tinggi hilal minimal 3 derajat serta elongasi 6,4 derajat. Ketika syarat tidak terpenuhi saat petang di hari yang sama, maka lebaran jatuh pada hari berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI