Tunda Evakuasi Bangkai Helikopter yang Jatuh, Ini Alasan Basarnas

Rizki Nurmansyah
Tunda Evakuasi Bangkai Helikopter yang Jatuh, Ini Alasan Basarnas
Ilustrasi Helikopter. [Shutterstock]

Sebanyak delapan orang tewas dalam kecelakaan naas tersebut.

Suara.com - Tim Basarnas akan melakukan investigasi jatuhnya helkopter Basarnas di Desa Canggal, Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas, Ahmad Ivan mengatakkan hari ini, Senin (3/7/2017), dijadwalkan tim Basarnas dari Jakarta akan melakukan investigasi untuk melihat dan mempelajari penyebab kecelakaan ini.

"Investigasi yang bergerak dari Basarnas, untuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ada perintah selanjutnya," katanya.

Ia menuturkan untuk evakuasi bangkai pesawat belum bisa dilakukan hari ini, akan dilakukan investigasi dulu.

"Setelah dilakukan investigasi, besok tim akan menurunkan pesawat dari lokasi lereng bukit," katanya.

Ia menyebutkan ada delapan orang dalam pesawat naas tersebut, yakni empat orang awak pesawat dari angkatan laut, antara lain Kapten Laut (P) Haryanto, Kapten Laut (P) II Solihin, Serka MPU Hari Harsono, dan Peltu LPU Budi Santoso.

Kemudian empat orang dari Kantor SAR Semarang, yakni Muhammad Afandi, Nyoto Purwanto, Catur, dan Budi Resti.

Ia menuturkkan mereka sedang menjalankan melaksanakan tugas di Gringsing dan Brexit dalam rangka pemantauan maupun "stanby" siaga arus balik.

"Berhubung mendengat ada informasi terjadi letupan di Kawah Sileri Dieng, kemudian melaksanakan pemantauan dan evakuasi, karena semula informasi ada puluhan korban di sana, maka kami wajib membantunya," katanya. (Antara)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS