Fahri Hamzah Tulis Surat Kepada Para Guru Besar Pendukung KPK

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Senin, 03 Juli 2017 | 14:22 WIB
Fahri Hamzah Tulis Surat Kepada Para Guru Besar Pendukung KPK
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Sungguh akal sehat saya tidak bisa menerima jika para guru besar itu akhirnya disebut koruptor... Dan saya mencari tahu apa yang sebetulnya terjadi... para guru besar itu tidak salah... yang salah adalah penegakan hukum yg kacau..

Sudilah para #GuruBesarKPK membaca artikel yang masih ada di website KPK ini..

https://t.co/3Vo6bCpHo5

Betapa kita tidak lagi punya akal untuk membaca gambar besar sehingga para guru besar itu tega dikriminalisasi...
Wahai #GuruBesarKPK bantulah bangsa ini menjawab persoalannya dengan akal sehat... jangan ikut2an menggalang emosi...

Di antara puluhan guru besar yang dikriminalisasi itu adalah ahli agama dan ahli hukum... masuk akalkah? Bagaimana seorang mendapat gelar doktor dan profesor? Bagaimana bisa dengan sengaja memiliki niat jahat korupsi? Mensrea?

Di negara mana ada gejala profesor mencuri uang negara? Betapa jahatnya nalar jahat penegak hukum itu...Itu sebabnya saya bingung dengan yang menyebut diri #GuruBesarKPK yang mendukung buta KPK ini tanpa data..

Dukungan itu memang sukses selama ini.. suatu hari agenda rapat konsultasi pimpinan @DPR_RI dan @PresidenRI berubah..Karena adanya penolakan para #GuruBesarKPK ini agar UU KPK tidak direvisi. Jadilah KPK lembaga suci..

Sampai sekarang ingin ubah UU KPK dan kritik kepadanya dianggap penistaan.. KPK seperti berhala. Di beberapa kampus yang didominasi oleh #GuruBesarKPK ini diskusi tentang UU KPK dilarang.. tragis sekali..

Para guru besar yang seharusnya merayakan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar malah menjadi penganut kultus.. Begitu kita bicara KPK maka semua kebebasan kita hentikan.. dan nalar kita persembahkan ke bawa 'duli yang maha mulia KPK'. Kampus tidak lagi menjadi tempat alternatif berpikir.... jangankan menyelenggarakan debat.. soal KPK tidak boleh lagi diskusi..

baca juga

Para #GuruBesarKPK yth,

Apakah ini pertanda kematian kampus kita? Apakah ini awal runtuhnya kebebasan berpikir?Sebab di kampus sekarang berkembang larangan untuk mengundang beberapa nara sumber dan melarang diskusi beberapa tema..Bukankah ini yg seharusnya menjadi perhatian #GuruBesarKPK ? Karena pikiran adalah mahkota dan mutiara kampus kita..

Bukankah menghentikan pertanyaan artinya berhentilah pikiran dan reduplah mutiara dan hilanglah cahaya? Kenapa para #GuruBesarKPK tidak mensponsori suatu studi yang lebih luas..? Kenapa lebih suka politik daripada pikiran?

Yang lebih menyedihkan dari mereka yang menyebut diri pengajar tata negara... mereka berkumpul beberapa orang... lalu klaim seolah wakili semua orang.Ada banyak ahli dan pengajar tata negara seperti prof @Yusrilihza_Mhd yang mereka gak berani kontak..

Mereka teridentifikasi kelompok yang anti dengan perbedaan pendapat... sejenis juga dengan #GuruBesarKPK yang anti diskusi..
Kalau ditelisik jauh mereka saya sebut kontraktor KPK atau negara donor yang dukung KPK... kenapa jadinya begini?

Ada apa dengan kalian wahai #GuruBesarKPK kenapa sikap kritis kalian hilang? Kenapa kalian anti perubahan?Di antara #GuruBesarKPK itu ada juga yang disebut Pakar Manajemen Perubahan... tapi sangat terusik dengan perbedaan pendapat..Kalau apa yang akan menjadi objek studi & jika memahami perspektif dalam mengelola perubahan saja tidak paham...

Para #GuruBesarKPK yth,

Karena itu ijinkan saya berpendapat bahwa Ini semua bukan organisasi pikiran..

Apa yang kalian lakukan adalah bukan dialog yg merupakan tradisi ilmu pengetahuan tapi emosi atau politik penggalangan..

Sebagai mantan mahasiswa saya menyayangkan ketidaksanggupan #GuruBesarKPK memahami keadaan...

Sekarang ijinkan saya memberikan pengantar kecil atas situasi yang oleh para #GuruBesarKPK ini sulit dipahami..

Pertama,

Tentang Transisi kita. Kita baru saja 19 tahun menikmati demokrasi. Dan kita masih memilikinya.

Bahwa kampus tidak sanggup memanfaatkan secara baik adalah salah kampus..Tapi mari kita nikmati...

Karena kita teringat masa2 gelap ketika kebebasan mimbar kita dirampas.. dan kampus jadi pabrik manusia tanpa akal..

Sekarang tidak ada lagi yang boleh merampas kebebasan kita..tiran telah tumbang... apakah #GuruBesarKPK sudah lupa?

Maka kedua,

Semua eksperimen demokrasi kita ini paling mahal dan menjadi segalanya bagi kita... sikap kritis kita ini mahal harganya..

Maka, biarlah kita mulai mendiskusikan KPK sebab ini lembaga biasa..lembaga tambahan yg tidak ada dalam konstitusi..

Jika para #GuruBesarKPK punya pandangan sampaikanlah dalam diskusi... ungkapkan dengan data... kita beradu data..

Bukankah ini akan lebih sehat?

Kenapa ikut2an mengembangkan fiksi yang tidak ada dalam kenyataan?

#GuruBesarKPK yth,

Sekian dulu surat saya saya sampaikan sebagai keprihatinan...dan melalui surat ini saya sampaikan hormat..

Tidak ada maksud saya menghina.. meski saya tahu di beberapa kampus itu dikritik seperti dihina..

Feodalisme memang masih merajalela di kampus kita sehingga ruang inilah mungkin yg digunakan

Kepada para guru besar lain yang tidak ikut saya sampaikan simpati... Tapi jangan berhenti berpikir...

Mari temukan jalan ilmu..

Ajarilah kami pengetahuan..

Jangan malah kalian belajar politik...

Isilah ruang publik dengan hikmah dan keberanian... bukan dengan kepengecutan... seperti menggalang dukungan politik kepada lembaga negara..

Semoga terbuka jalan baik...

Dan diskusi.. semoga mimbar kampus kita bersemi.. dalam buntu pikiran murni..

Kita pasti bisa...

Saya percaya INDONESIA...

Assalamualaikum wr wb

Twitter @Fahrihamzah

12.31-16.45 2/7/2017

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Hamzah Minta Jokowi Bubarkan KPK dan Komnas HAM

Fahri Hamzah Minta Jokowi Bubarkan KPK dan Komnas HAM

News | Senin, 03 Juli 2017 | 13:35 WIB

Apa yang Dibahas Pansus Angket KPK Siang Ini?

Apa yang Dibahas Pansus Angket KPK Siang Ini?

News | Senin, 03 Juli 2017 | 13:12 WIB

Menkumham Yasonna Laoly Diperiksa KPK

Menkumham Yasonna Laoly Diperiksa KPK

Foto | Senin, 03 Juli 2017 | 13:04 WIB

Pansus KPK Rapat Perdana Siang Ini Usai Libur Lebaran

Pansus KPK Rapat Perdana Siang Ini Usai Libur Lebaran

News | Senin, 03 Juli 2017 | 11:25 WIB

Panggilan Ketiga, KPK Periksa Yasonna Hari Ini Soal Korupsi e-KTP

Panggilan Ketiga, KPK Periksa Yasonna Hari Ini Soal Korupsi e-KTP

News | Senin, 03 Juli 2017 | 07:12 WIB

Misbakhun: Jadikan Pemberantasan Korupsi Sebagai Agenda Nasional

Misbakhun: Jadikan Pemberantasan Korupsi Sebagai Agenda Nasional

News | Jum'at, 30 Juni 2017 | 14:54 WIB

Ruwet, Pemanggilan Miryam ke Pansus dan Wacana Pembekuan Anggaran

Ruwet, Pemanggilan Miryam ke Pansus dan Wacana Pembekuan Anggaran

News | Senin, 26 Juni 2017 | 09:14 WIB

Ayah-Ibunya Ditangkap KPK, Anak Ridwan Mukti Sungkem ke Tahanan

Ayah-Ibunya Ditangkap KPK, Anak Ridwan Mukti Sungkem ke Tahanan

News | Minggu, 25 Juni 2017 | 18:00 WIB

Lebaran, Politisi Golkar Jenguk Teman di Rutan KPK

Lebaran, Politisi Golkar Jenguk Teman di Rutan KPK

News | Minggu, 25 Juni 2017 | 14:19 WIB

Terkini

Cara Dapat Beasiswa Riset BAZNAS 2026, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Cara Dapat Beasiswa Riset BAZNAS 2026, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:37 WIB

Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar

Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 17:35 WIB

DKI Jakarta Angkat 15 PNS Disabilitas, Masih Ada 73 Kuota yang Belum Terisi

DKI Jakarta Angkat 15 PNS Disabilitas, Masih Ada 73 Kuota yang Belum Terisi

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:34 WIB

Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan

Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:30 WIB

Gaya Listyo Sigit Prabowo dengan Bintang 4 di Kerah Baju dan Jas Dicibir Publik

Gaya Listyo Sigit Prabowo dengan Bintang 4 di Kerah Baju dan Jas Dicibir Publik

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:21 WIB

Fantastis! Harta Kekayaan Ariyo Windutomo, Plt KSP Pengganti Listyo Sigit

Fantastis! Harta Kekayaan Ariyo Windutomo, Plt KSP Pengganti Listyo Sigit

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:20 WIB

Honda RS125 Edisi Terakhir Jadi Penanda Berakhirnya Era Motor Bebek Sporty

Honda RS125 Edisi Terakhir Jadi Penanda Berakhirnya Era Motor Bebek Sporty

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 17:20 WIB

Gerindra Yakin Fakta Baru Kasus Penyadapan Prabowo Akan Terungkap: Apa Motif di Baliknya?

Gerindra Yakin Fakta Baru Kasus Penyadapan Prabowo Akan Terungkap: Apa Motif di Baliknya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:17 WIB

Cuma Bayar Rp25 Ribu Sebulan, Dusun Tangsi Jaya Buktikan 'Kedaulatan Energi' Lewat Arus Sungai

Cuma Bayar Rp25 Ribu Sebulan, Dusun Tangsi Jaya Buktikan 'Kedaulatan Energi' Lewat Arus Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:16 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Pria untuk Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Pria untuk Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:15 WIB

×