Ini Alasan Indonesia Harus Perkuat Hubungan dengan Australia

Adhitya Himawan

Selasa, 04 Juli 2017 | 09:18 WIB
Ini Alasan Indonesia Harus Perkuat Hubungan dengan Australia
Presiden Jokowi bertemu PM Australia, Malcolm Turbull. [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Indonesianis banyak tersebar pada berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Australia memiliki peran sangat penting dalam membantu memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

"Untuk itu, perlu semakin didorong upaya untuk menghasilkan lebih banyak Indonesianis dengan mengoptimalkan keberadaan pusat studi Indonesia dan pengajaran Bahasa Indonesia di kampus-kampus di Australia," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Y Kristiarto S Legowo melalui siaran pers KBRI Canberra yang diterima di Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam forum Indonesian Council Open Conference (ICOC) yang diselenggarakan di Kampus Universitas Flinders, Adelaide, Dubes RI secara khusus mengapresiasi kiprah Universitas Flinders dan universitas-universitas lain di Australia telah mencetak generasi baru Australia yang lebih mengetahui tentang Indonesia.



Hal ini sangat penting karena orang Australia yang pernah mempelajari Bahasa Indonesia cenderung memiliki pemahaman lebih baik terhadap Indonesia.

Terkait dengan pentingnya peran Bahasa Indonesia ini, Dubes RI telah memberikan prioritas sangat besar untuk terus mempromosikan Bahasa Indonesia di kampus-kampus maupun sekolah-sekolah, mulai tingkat SD hingga SMA di berbagai penjuru Australia.

Bahkan, dalam waktu dekat akan didirikan Balai Bahasa Indonesia (BBI) di Adelaide, melengkapi BBI sebelumnya yang sudah ada di Perth, Canberra dan Melbourne/Tasmania.

Dubes RI juga mengusulkan perlu diselenggarakan forum serupa di Indonesia agar semakin banyak publik di Tanah Air yang mendapatkan informasi terkini tentang Australia.

Wakil Rektor Universitas Flinders urusan kerja sama internasional Sebastian Raneskold yang membuka secara resmi konferensi ini, menegaskan bahwa forum ini merupakan salah satu komitmen Universitas Flinders untuk mendekatkan publik Australia dengan Indonesia.

Terlebih lagi, di Negara Bagian Australia, Universitas Flinders adalah satu-satunya perguruan tinggi yang mengajarkan Bahasa Indonesia.

Konferensi yang digelar setiap dua tahun sekali secara bergantian di berbagai negara bagian di Australia ini, dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari Indonesianis dari Benua Kangguru, seperti Jemma Purdey, serta dosen maupun peneliti dari Indonesia, baik yang sedang menempuh studi di Australia maupun langsung datang dari Tanah Air.

Dosen dari Universitas Airlangga datang dengan jumlah terbanyak dipimpin oleh pengamat politik ternama Kacung Marijan, dengan mengisi panel khusus yang disebut Panel Airlangga guna membahas sejumlah tema penting dari perspektif sosial, media dan politik serta hubungan bilateral Indonesia-Australia.

Beberapa akademisi dari negara lain, yakni Amerika Serikat, Jepang, dan India juga turut menyampaikan paparan dalam konferensi yang berlangsung selama dua hari ini.

Konferensi ICOC ini secara khusus juga menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) Universitas Flinders.

Saat ini, tercatat sekitar 200 mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu pada berbagai jurusan di universitas ini, mulai program S-1, S-2, dan S-3.

Pada sela-sela konferensi, Dubes Kristiarto juga mengadakan pertemuan dengan pemimpin Universitas Flinders, yakni Colin Stirling, guna membahas potensi kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan salah satu universitas ternama di Australia ini, khususnya dalam konteks pengembangan Bahasa Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Klaim Inflasi Juni 2017 Terkendali

BI Klaim Inflasi Juni 2017 Terkendali

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 07:51 WIB

Ini Baru Beda, "Sop Singkong Ceker", Rasanya Gurih Menyegarkan

Ini Baru Beda, "Sop Singkong Ceker", Rasanya Gurih Menyegarkan

Lifestyle | Senin, 03 Juli 2017 | 15:16 WIB

Bappenas Bujuk Australia Gencar Investasi Infrastruktur

Bappenas Bujuk Australia Gencar Investasi Infrastruktur

Bisnis | Senin, 03 Juli 2017 | 14:06 WIB

Bappenas Kritik Belanja Pemerintah Belum Optimal

Bappenas Kritik Belanja Pemerintah Belum Optimal

Bisnis | Senin, 03 Juli 2017 | 13:59 WIB

Pantau Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Rapat Lewat Whatsapp

Pantau Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Rapat Lewat Whatsapp

Bisnis | Senin, 03 Juli 2017 | 13:17 WIB

Firman Soebagyo Tolak Wacana RUU Dwi Kewarganegaraan

Firman Soebagyo Tolak Wacana RUU Dwi Kewarganegaraan

News | Senin, 03 Juli 2017 | 12:39 WIB

Diaspora Indonesia di Luar Negeri Penting Untuk Genjot Ekonomi

Diaspora Indonesia di Luar Negeri Penting Untuk Genjot Ekonomi

Bisnis | Senin, 03 Juli 2017 | 12:29 WIB

Jokowi Minta Diaspora Bawa Investor Masuk ke Indonesia

Jokowi Minta Diaspora Bawa Investor Masuk ke Indonesia

Bisnis | Senin, 03 Juli 2017 | 11:45 WIB

Berdedikasi Tinggi, Jokowi Dapat Penghargaan dari Diaspora Global

Berdedikasi Tinggi, Jokowi Dapat Penghargaan dari Diaspora Global

News | Senin, 03 Juli 2017 | 10:29 WIB

Guru Kelas Tiga Obama Sedih Gagal Ketemu Obama untuk Beri Suvenir

Guru Kelas Tiga Obama Sedih Gagal Ketemu Obama untuk Beri Suvenir

News | Senin, 03 Juli 2017 | 07:00 WIB

Terkini

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×