Warganet: Jangan-jangan, Habis Kaesang, Tukul Takut Bilang Ndeso

Siswanto Suara.Com
Kamis, 06 Juli 2017 | 17:23 WIB
Warganet: Jangan-jangan, Habis Kaesang, Tukul Takut Bilang Ndeso
Tukul Arwana [Twitter Tukul]

Suara.com - Polisi memang sudah memberi sinyal tak akan menindaklanjuti kasus putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang dilaporkan Muhammad Hidayat Situmorang atas dugaan penodaan agama dan hate speech.

Tetapi, kasus tersebut tetap menjadi bahan perbincangan warganet. Terutama memperbincangkan konten yang dijadikan bukti laporan yaitu kata "ndeso" yang dipakai Kaesang ketika berkomentar di vlog Youtube berjudul #BapakMintaProyek.

Kata "ndeso" selama ini dipopulerkan oleh komedian Tukul Arwana di acara televisi. Bertahun-tahun, Tukul menggunakan kata tersebut dalam acaranya, tetapi tak ada yang mempersoalkan. Tetapi giliran Kaesang yang menggunakannya, langsung diperkarakan. Kira-kira begitu pendapat warganet yang merasa keheranan.

"Nungguin ada yg laporin Tukul ke pulisi gegara sering sebut #Ndeso di acaranya. Kira2 bs kena (hukum) brp tahun ya dia?" tulis netizen.

Menurut warganet kata "ndeso" dipakai Kaesang dalam konteks guyon.

"Ndeso kui guyonan, kok yo dipolisikan. Ealah teneh tukul masuk bui puluhan tahun," tulis netizen.

Ada warganet yang kemudian mencoba memberikan jawaban pertanyaan-pertanyaan warganet lainnya tentang apa bedanya Tukul dan Kaesang.

"Kenapa Tukul sering bicara NDESO tidak dilaporkan, kalau Kaesang yang bicara dilaporkan. Karena Tukul pelawak, sedangkan Kaesang melawak," tulis netizen.

"Yg mempopulerkan kata #ndeso itu kan Tukul Arwana ya. Nggak dipolisikan juga kok dia. Jangan2 Tukul habis ini gak berani omong ndeso," netizen menambahkan.

Warganet tak habis pikir. Menurutnya kalau anak Presiden saja sampai diperiksa polisi, mungkin Tukul bakal dihukum lama.

"Kalo cuma kata "ndeso" anak presiden diperiksa. Bisa2 Tukul Arwana dihukum seumur hidup," tulis netizen.

Penjelasan Hidayat

Hidayat menjelaskan kenapa mempersoalkan pemakaian kata "ndeso" oleh Kaesang.

"Kata ndeso itu sebuah golongan masyarakat, yakni masyarakat desa. Nah, kata itu dikonotasikan negatif menjadi ’masyarakat rendahan.’ Misalnya ’dasar ndeso lu,’ ’dasar kampungan lu,’ maka masyarakat desa itu rendahan," kata Hidayat.

"Ujaran kebencian, membenci masyarakat desa, sehingga seseorang tidak bisa mengatakan ’dasar ndeso’ menjadi konsumsi publik. Kalau hanya berdua, ’eh kamu ndeso’ itu tidak apa-apa," Hidayat menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI