Sebelum Bunuh Dokter Italia, Dua Bandit Ini Nyolong Empat Kali

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 11 Juli 2017 | 18:09 WIB
Sebelum Bunuh Dokter Italia, Dua Bandit Ini Nyolong Empat Kali
Tersangka Sudirman dan orangtua dokter Italia Chandra, Sugiarti dan Feri Chandra [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menyebut Saiful dan Sudirman sudah lima kali melakukan aksi kejahatan. Kedua bandit ini yang mencoba mencuri sepeda motor dan berakhir dengan pembunuhan terhadap dokter muda Italia Chandra Kirana Putri (23).

"Sudah empat kali dan kelima mereka bersama-sama melakukan pencurian di wilayah Tangerang. Kenapa Tangerang, karena kebetulan wilayah operasi mereka. Dan diincar di motor yang terparkir di depan rumah yang kawasannya sepi," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Selasa (11/7/2017).

Iriawan mengungapkan untuk memuluskan rencana pencurian, biasanya mereka menyewa rumah kontrakan terlebih dahulu.

"Betul, pelaku memang mengontrak di daerah Tangerang. Satu RT lain rumah, antara Sudirman dengan Saiful," kata Iriawan.

Dalam empat kali aksi sebelumnya, semua korbannya tidak ada yang terluka. Tetapi setelah diinterogasi lagi, itu terjadi karena tidak ada korban yang melakukan perlawanan.

"Mereka tak ada niat melakukan kekerasan kepada yang bersangkutan (Italia). Namun setelah saya interogasi, dari lima kejadian, hanya in‎i (dokter Italia) yang melakukan perlawanan, kebetulan ada yang melihat," kata dia.

Iriawan mengatakan kedua bandit merupakan spesialis pencurian sepeda motor.

"Mereka memang kerjanya (melakukan pencurian sepeda motor). Karena tiga motor sudah dikirim ke Lampung. Rata-rata dua sampai empat juta per motor," katanya.

Saiful akhirnya ditembak mati karena melawan petugas. Sedangkan Sudirman menyerahkan diri ke polisi.

Meskipun kasus pembunuhan Italia telah terungkap, polisi masih mengembangkan kasus karena kemungkinan dua bandit itu merupakan anggota jaringan pencuri kendaraan bermotor. Belakangan ketahuan, mereka merupakan buronan kepolisian Banten.

"Ini baru lima kali Saiful melakukannya.‎ Saya akan melakukan interogasi lanjutan dengan Polda Lampung untuk mencegah itu. Tentu kan ada penadahnya di sana, kami akan koordinasi," katanya.

Polisi juga masih menelusuri asal muasal senjata api jenis revolver yang digunakan Saiful untuk menembak mati Italia.

"Kami akan kembangkan setelah periksa si Sudirman. Semoga dia tahu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:25 WIB

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:15 WIB