Kantor PPP Diserbu, Kubu Djan Faridz Tempuh Jalur Hukum

Dythia Novianty | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Minggu, 16 Juli 2017 | 14:37 WIB
Kantor PPP Diserbu, Kubu Djan Faridz Tempuh Jalur Hukum
Djan Faridz [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, diserang sekelompok orang. Sekitar 80 orang dikabarkan melakukan penyerangan di kantor yang kini dihuni kubu Djan Faridz, Minggu (16/7/2017) dini hari.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Humphrey R. Djemat mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 2.00 WIB. Dia menduga orang yang melakukan penyerangan bagian dari kubu Romahurmuziy (Romy).

"Penyerbu 50-80 orang, pakai atribut PPP, mereka bilang dari kelompok angkatan muda kabah Romy. Sempat terjadi dorong-dorongan," ujar Humphrey di kantor PPP, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

Ditambahkannya, sempat terjadi tarik-teriak antara massa diduga kubu Romy dengan petugas keamanan Djan yang berada di luar pagar. Salah satu anggota kubu Djan dikabarkan mengalami luka parah karena kena pukul batu.

"Yang terjadi, mereka teriak-teriak untuk di dalam keluar dengan ancaman bahwa mereka akan masuk ke dalam. Tapi karena yang di dalam bertahan akhirnya mereka melakukan lempar-lemparan batu, ada kaca yang pecah. Kemudian ada yang dekat pagar dipukul pakai batu sehingga terluka," jelas Humphrey.

Tak lama setelah itu, salah satu kader PPP menghubungi polisi. Massa berhasil dibubarkan sekitar pukul 3.00 WIB setelah datang beberapa anggota Brimob.

"Disampaikan ke Kapolsek, Kapolsek turun langsung pasti tanya siapa kalian? Mereka bilang dari pemuda kabah Romahurmuziy," kata dia.

Ia memastikan akan melakukam langkah hukum pada massa yang melakukan penyerangan. Seluruh bukti seperti saksi dan CCTV.

"Lapor kepada pihak kepolisian. Setelah ini kita ajak korban berobat dan visum. Nanti ada bukti juga berupa CCTV dan foto-foto kerusakan. Kita atas saran Pak Kapolsek akan lapor ke Polres dan Polda Metro Jaya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Hukum dan HAM PPP, Triana Dewi Seroja, mencatat kasus penyerangan pada kantor PPP kubu Djan sudah tiga kali terjadi.

"Yang pertama kejadian itu sekitar tahun 2016. Itu ada sekitar 200 orang yang terlihat seperti preman menyerang kantor kita juga. Ada masjid waktu itu dirusak kacanya, dilempar. Penyerangan kedua pada saat pilkada DKI. Sekrang yang ketiga," kata dia.

Menurut Triana, massa mengancam akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak.

"Anacaman selalu begitu. Mereka mengancam akan kembali dengan jumlah massa yg lebih banyak. Tapi kita tidak takut," ucap dia.

Untuk diketahui, PPP saat ini memiliki dua kepengurusan. Antara kubu Djan Faridz dengan Romahurmuziy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perppu No. 2, PPP: Solusi Bagi Ormas yang Ancam Kedaulatan Negara

Perppu No. 2, PPP: Solusi Bagi Ormas yang Ancam Kedaulatan Negara

News | Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:10 WIB

Romahurmuziy: Putusan MA Akhiri Dualisme PPP

Romahurmuziy: Putusan MA Akhiri Dualisme PPP

News | Sabtu, 17 Juni 2017 | 11:56 WIB

PPP: Pemerintah Harus Panggil Ormas Anti NKRI

PPP: Pemerintah Harus Panggil Ormas Anti NKRI

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 05:31 WIB

Terkini

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:42 WIB

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:38 WIB