Lakukan Peretasan di AS, Dua Warga Negara Iran Masuk Bui

Dythia Novianty

Selasa, 18 Juli 2017 | 06:53 WIB
Lakukan Peretasan di AS, Dua Warga Negara Iran Masuk Bui
Ilustrasi bendera Iran. [AFP]

Suara.com - Dua warga negara Iran di Amerika Serikat didakwa dengan tuduhan melakukan peretasan (hacking) sebuah perusahaan dan mencuri perangkat lunak sensitif yang digunakan untuk merancang peluru dan hulu ledak. Hal ini diungkap Departemen Kehakiman.

Mohammed Saeed Ajily (35) dan Mohammed Reza Rezakhah (39) direkrut untuk masuk ke komputer perusahaan untuk mencuri perangkat lunak mereka> Tujuannya untuk dijual kembali ke universitas Iran, militer dan pemerintah.

Kedua lelaki tersebut diduga masuk ke komputer Arrow Tech Associates yang berbasis di Vermont.

Surat dakwaan tersebut mengatakan bahwa mereka mencuri pada tahun 2012 perangkat lunak perusahaan balistik Prodas, yang digunakan untuk merancang dan menguji peluru, hulu ledak dan proyektil persenjataan militer lainnya.

Bahan yang dicuri dari Arrow Tech ini dilindungi oleh kontrol AS terhadap ekspor teknologi sensitif. Distribusinya ke Iran dilarang oleh atas sanksi AS terhadap negara tersebut.

Kedua lelaki tersebut dituntut di Rutland, pengadilan distrik federal Vermont, yang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk kedua orang tersebut, yang diyakini berada di Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Iran Diramaikan Debat Perempuan Buka Jilbab di Mobil

Iran Diramaikan Debat Perempuan Buka Jilbab di Mobil

News | Selasa, 11 Juli 2017 | 19:12 WIB

Iran Gelar Lomba Lukisan Kartun Mengejek Donald Trump

Iran Gelar Lomba Lukisan Kartun Mengejek Donald Trump

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 12:08 WIB

Sasar ISIS, Iran Tembakkan Misil ke Suriah

Sasar ISIS, Iran Tembakkan Misil ke Suriah

News | Senin, 19 Juni 2017 | 14:26 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×