Begini Cara Pengangkut Sabu Satu Ton Hindari Pelacakan

Dythia Novianty | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 20 Juli 2017 | 08:37 WIB
Begini Cara Pengangkut Sabu Satu Ton Hindari Pelacakan
Sabu yang disita dari kapal penyelendup 1 ton Sabu di Anyer, Serang, Banten. [Antara]

Suara.com - Perangkat GPS di Kapal Wanderlust yang mengangkut sabu-sabu seberat satu ton ternyata sengaja dimatikan lima anak buah kapal asal Taiwan agar tidak terlacak selama berada di laut.

"Dia (5 orang) kan transporter (pengangkut) , jadi dia matikan (GPS) supaya tak bisa dilacak," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta, Kamis (19/7/2017).

Menurut Nico, pelacakan kapal tersebut berawal dari informasi yang diberikan aparat kepolisian dan departemen kehakiman Taiwan.

"Ini semua dapat berjalan karena ada informasi dari kepolisian maupun departemen kehakiman di Taiwan ada informasi kapal tersebut hingga kami teruskan ke Bakamla, Ditpolair dan Bea Cukai," kata dia.

Dia juga menyampaikan, kapal pengangkut sabu yang dikendalikan bandar besar di Tiongkok itu baru bisa ditangkap saat kepolisian mendapatkan informasi dari pihak Bea Cukai jika kapal tersebut akan menepi di perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (15/7/2017) dini hari.

"Jadi pihak kepolisian menyebar (informasi) ke setiap instansi agar kapal itu tak lolos. Akhirnya atas analisa teman di Bea Cukai ada informasi kapal itu merapat dan dibawa ke pelabuhan di Batam. Ini berkat kerjasama semua pihak," ujarnya.

Nico menambahkan, selama penyelidikan yang memakan waktu hingga dua bulan, polisi juga terus berkoordinasi dengan kepolisian Taiwan guna memantau pergerakan sindikat narkoba jaringan internasional.

"Kami beberapa kali berangkat ke Taiwan untuk memantau pergerakan kelompok ini. Dan dibantu dengan kepolisian sana sehingga sindikat ini dapat terlihat," kata dia.

Terkait pengungkapan kasus ini, Nico menganggap penyeludupan narkoba yang ditaksir mencapai Rp1,5 triliun itu direncanakan secara matang.

"Kalau melihat pola dan cara yang mereka pakai, tentu perencanaan ini sangat matang. Bisa dibayangkan berangkat dari Taiwan, lintas negara membutuhkan waktu lama dan uang yang besar membeli bensin, menyewa kapal ini tentu jaringan internasional," kata dia.

Kasus penyeludupan sabu tersebut terungkap setelah polisi menangkap empat warga Taiwan di Serang, Banten pada Kamis (13/7/2017) dini hari. Keempat tersangka yang berkewarganegaraan Taiwan itu yakni LMH, CWF, LGY dan HYL. LMH, pimpinan penyelundup narkoba itu ditembak mati karena berusaha menabrak petugas saat penyergapan.

Tak beberapa lama, polisi kemudian juga meringkus lima ABK asal Taiwan saat menangkap kapal Wanderlust. Insial para ABK kapal pengangkut sabu-sabu itu yakni TCH, SCF, KCY, KCH dan JJS.

Saat ini, polisi masih menelusuri pihak pemesan sabu-sabu tersebut yang rencananya akan diedarkan di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bandar Sabu Satu Ton Pakai Jasa Nelayan karena Tahu Jalur Laut

Bandar Sabu Satu Ton Pakai Jasa Nelayan karena Tahu Jalur Laut

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 18:14 WIB

Kapal Pembawa Sabu 1 Ton Ditangkap di Perairan Pulau Bintan

Kapal Pembawa Sabu 1 Ton Ditangkap di Perairan Pulau Bintan

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 23:42 WIB

Kapolri: WN Taiwan Selundupkan 1 Ton Sabu Gunakan Kapal Pesiar

Kapolri: WN Taiwan Selundupkan 1 Ton Sabu Gunakan Kapal Pesiar

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 11:26 WIB

Terkini

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

News | Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB