Sempat 'Menghilang', Partai Demokrat Muncul Lagi di Paripurna

Kamis, 20 Juli 2017 | 23:01 WIB
Sempat 'Menghilang', Partai Demokrat Muncul Lagi di Paripurna
Sidang paripurna anggota dewan di gedung DPR RI, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).

Rapat Paripurna beragendakan pengambilan keputusan tingkat II Rancangan Undang-undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu, kembali dilanjutkan, Kamis malam (20/7/2017), sekitar pukul 22.30 WIB.

Fraksi Partai Demokrat sempat 'menghilang' sebelum rapat dibuka. Rombongan Fraksi Partai Demokrat sempat meningalkan ruang rapat sekira pukul 22.00 WIB. Saat mereka meninggalkan ruang rapat, pimpinan DPR baru saja masuk ke ruangan rapat.

Rapat tetap dibuka meski Fraksi Demokrat meninggalkan lokasi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang membuka rapat kemudian membacakan kembali paket pilihan yang dibuat DPR untuk dibahas dalam rapat paripurna ini.



Kemudian, sekira pukul 22.40 WIB, rombongan Fraksi Partai Demokrat kembali ke ruang rapat paripurna. Mereka pun ikut memberikan pandangannya terkait proses selanjutnya dalam proses pengambilan keputusan rapat hari ini.

"Kami siap untuk mengambil malam hari ini, tapi kalau didasari voting bila ada isu presidential threshold kami tidak ikut bertanggungjawab," ‎kata Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto memberikan pandangannya.

Rapat paripurna digelar pukul 11.00 WIB, hari ini. Berdasarkan daftar hadir terakhir, ada 534 orang dari total 555 anggota DPR.

Rapat sempat diskors pada pukul 14.00 WIB untuk masuk ke forum lobi setelah sepuluh fraksi memberikan pandangan.

Pengambilan keputusan RUU Pemilu ini dilakukan di dalam rapat paripurna karena di tingkat Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggaraan Pemilu tidak mendapatkan kesepakatan.

Ada lima isu krusial yang belum disepakati. Yaitu, Presidential Threshold, Parlementary Threshold, Sistem Pemilu, Alokasi Kursi, dan Metode Konversi Suara.

Baca Juga: Paripurna Soal RUU Pemilu Berlanjut, Fraksi Demokrat 'Menghilang'

DPR kemudian menawarkan lima paket dari lima isu krusial itu. Lima paket ini yang nantinya akan dijadikan bahan voting bila musyawarah mufakat tidak bisa berjalan dalam rapat kali ini.

Namun, setelah upaya lobi hari ini, lima isu itu mengerucut jadi dua pilihan. Yaitu opsi a Presidential Threshold 25 dan opsi b Presidential Threshold 0 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI