Harga Garam yang Semakin Terasa 'Asin'

Reza Gunadha

Sabtu, 22 Juli 2017 | 13:06 WIB
Harga Garam yang Semakin Terasa 'Asin'
Panen garam di desa Santing, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/6).

Suara.com - Kalau harga cabai melonjak diibaratkan dengan harga cabai semakin "pedas", maka kenaikan harga garam dalam beberapa pekan terakhir barangkali bisa dianalogikan dengan harganya yang semakin "asin".

Harga garam di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir naik. Kenaikan harga garam tersebut tidak hanya dirasakan di Jawa Timur yang memiliki "Pulau Garam" Madura, tapi cukup merata di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Lampung dan Jawa Barat.

Harga garam dapur halus di sejumlah pasar tradisional di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng, melonjak drastis dari Rp7.500 menjadi Rp13.000 per bal isi 20 bungkus. Sedangkan garam dapur kotak naik dari Rp5.000 per kantong isi 20 biji menjadi Rp7.000-Rp8.000 per kantong isi 20 biji.

Kenaikan harga garam juga dirasakan masyarakat di Lampung, sehingga produsen ikan asin di daerah itu yang membutuhkan garam untuk proses produksinya, merasakan imbas kenaikan tersebut.

"Sekarang harga garam untuk ikan asin mencapai Rp250.000 per 50 kg atau per karung. Padahal, sebelumnya, hanya Rp50 ribu/karung. Kenaikan harga garam ini memberatkan perajin, karena biaya produksi menjadi membengkak," kata Sarnoto, salah satu perajin ikan asin di Pulau Pasaran Bandar Lampung.

Masyarakat di wilayah Madiun, Blitar, Probolinggo dan daerah lainnya di Jtim kini juga merasakan hal yang sama. Masyarakat di Kabupaten Blitar misalnya, merasakan garam di pasar setempat cukup langka, sehingga Tim Satgas Pangan daerah ini harus turun tangan untuk mengecek di lapangan.

"Sudah tiga pekan ini di wilayah kami garam agak langka. Jadi kami sidak apakah distributor melakukan penimbunan atau tidak," kata Petugas Penindakan Tim Satgas Pangan Kota Blitar yang juga Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Heri Sugiono.

Tim Pangan Pangan Kota Blitar terus melakukan penyelidikan dan koordinasi, karena kelangkaan garam bukan hanya terjadi di Kota Blitar, tetapi juga di daerah lain. Apalagi penghasil garam ada di berbagai daerah, bukan di Kota Blitar.

baca juga

Berdasarkan pengecekan di lapangan, Tim Pangan belum menemukan unsur penimbunan. Kendati begitu, sejumlah kalangan menduga penyebab melonjaknya harga garam tersebut akibat hukum pasar, yakni produksi garam turun, sementara permintaan cukup stabil atau bahkan naik.

Contohnya, distributor garam di Blitar, Ana Anggraini, mengakui hal itu dan membatasi pembelian konsumen maksimal 50 kg.

"Bahan baku susah, permintaan banyak. Ini juga antre. Bahkan untuk permintaan juga tidak semuanya dapat dipenuhi, seperti minta 100, tidak diberi penuh 100," katanya menjelaskan.

Sementara itu, data di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jatim menunjukkan harga garam konsumsi cenderung naik, yakni Rp 2.984 pada Juli 2014 menjadi Rp3.308 per kilogram pada Juli 2015.

Selanjutnya, harga garam konsumsi naik dari Rp 3.883 perkilogram pada Juli 2016 dan pada Juli 2017 meningkat tajam menjadi Rp 5.792 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut masyarakat, kini meminta pemerintah bisa mengambil langkah-langkah solutif agar garam cukup tersedia dan harganya stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Ikan Asin Naik

Harga Ikan Asin Naik

Foto | Jum'at, 21 Juli 2017 | 14:28 WIB

Versi Initiative Institute, Elektabilitas Gus Ipul-Anas Tertinggi

Versi Initiative Institute, Elektabilitas Gus Ipul-Anas Tertinggi

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 21:39 WIB

Siswa Baru, Anak Tukang Parkir Nangis karena Ditolak Masuk Kelas

Siswa Baru, Anak Tukang Parkir Nangis karena Ditolak Masuk Kelas

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 20:45 WIB

Monumen Jenderal Perang Tertinggi se-Asia Tenggara Ada di Tuban

Monumen Jenderal Perang Tertinggi se-Asia Tenggara Ada di Tuban

Lifestyle | Selasa, 18 Juli 2017 | 22:16 WIB

Baru Dirukiah, Kudus Bacok Istri dan Bayinya hingga Tewas

Baru Dirukiah, Kudus Bacok Istri dan Bayinya hingga Tewas

News | Senin, 17 Juli 2017 | 12:46 WIB

Jawaban Khofifah Soal Isu Akan Maju di Pilkada Jawa Timur

Jawaban Khofifah Soal Isu Akan Maju di Pilkada Jawa Timur

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 19:15 WIB

Survey SSC, Elektabilitas Azwar Anas Sebagai Cawagub Tertinggi

Survey SSC, Elektabilitas Azwar Anas Sebagai Cawagub Tertinggi

News | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:34 WIB

Dituduh Santet Anak Tetangga, Nenek Satinah Tewas Dibantai

Dituduh Santet Anak Tetangga, Nenek Satinah Tewas Dibantai

News | Selasa, 11 Juli 2017 | 14:08 WIB

Prabowo Subianto Beri Lampu Hijau Untuk La Nyalla

Prabowo Subianto Beri Lampu Hijau Untuk La Nyalla

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 09:43 WIB

Jalinsum Lampung Dipadati Arus Balik Pemudik ke Pulau Jawa

Jalinsum Lampung Dipadati Arus Balik Pemudik ke Pulau Jawa

News | Minggu, 02 Juli 2017 | 07:49 WIB

Terkini

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:51 WIB

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:50 WIB

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Sumbar | Senin, 28 September 2026 | 12:48 WIB

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Video | Senin, 28 September 2026 | 12:47 WIB

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

News | Senin, 28 September 2026 | 12:46 WIB

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

News | Senin, 28 September 2026 | 12:44 WIB

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:43 WIB

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas

Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:30 WIB

×