Sampai di Rumah SBY, Prabowo: Wah, Kayak Pasar Malam, Nih

Kamis, 27 Juli 2017 | 21:15 WIB
Sampai di Rumah SBY, Prabowo: Wah, Kayak Pasar Malam, Nih
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ketemu di Puri Cikeas [suara.com/Bagus Santosa]
Akhirnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diba di rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017), malam.
 
Prabowo Subianto didampingi Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra Hasyim Djojohadikusumo, Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli zon, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, dan Wakil Ketua Umum DPP Edi Prabowo.
 
Mereka berangkat dari Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
 
"Wah, kayak pasar malam nih," kata Prabowo ketika baru tiba di rumah Yudhoyono.
 
Prabowo menyebut kondisinya seperti pasar malam karena di kawasan Puri Cikeas ada satu area yang disediakan untuk pedagang kaki lima. Ada pedagang nasi goreng dan ada pedagang bakso.
 
Dagangan tersebut disiapkan untuk semua tamu yang hadir, termasuk wartawan.
 
Prabowo disambut oleh para petinggi Demokrat yang sudah sejak sore berkumpul.  Mereka bertemu di pendopo.
 
Yudhoyono kemudian mempersilakan hadirin untuk menikmati makanan yang ada. Semua beba memilih menu makanan yang disediakan pedagang kaki lima.
 
"Yuk teman-teman makan nasi goreng dulu," kata Yudhoyono.
 
Terlalu dini

Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok menyebut pertemuan Yudhoyono dan Prabowo malam ini terjadi karena saat ini negeri ini sekarang tidak mempunyai kiblat. Mubarok yakin pertemuan tersebut akan menghasilkan hal yang baru.

"Saya kira gini, negeri ini lagi nggak punya kiblat, nggak ada pemimpin matahari. Yang muncul kan kemudian bintang-bintang politik. Muncullah bintang timur, bintang barat, bintang ini dan itu. Seperti Prabowo sama ini (Yudhoyono)," kata Mubarok kepada Suara.com.

Mubarok menyebut saat ini banyak pihak yang memaksakan Jokowi tetap menjadi bintang utama. Tetapi, kata Mubarok, yang terjadi malah tidak seperti yang diharapkan.

Kemudian puncaknya pada pengambilan keputusan UU Pemilu, Kamis (27/7/2017), dimana empat fraksi yaitu Demokrat, Gerindra, PKS, dan PAN, memilih walk out dari rapat paripurna karena tidak setuju. Mereka menolak syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen kursi atau 25 persen suara nasional.

Meskipun ada enam partai yang mendukung UU Pemilu, menurut Mubarok sebenarnya sebagian partai bergejolak dengan adanya syarat presidential threshold yang membuat mereka tidak bisa mengusung calon presiden sendiri.

"Itu kan sama seperti menggiring Jokowi. PPP, PKB dibuat tak berkutik," kata dia.

Mubarok yakin pertemuan Yudhoyono dan Prabowo malam nanti akan menghasilkan keputusan yang baik bagi partai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI