Jokowi Ingatkan Orangtua Imunisasi Measles dan Rubella untuk Anak

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 01 Agustus 2017 | 14:11 WIB
Jokowi Ingatkan Orangtua Imunisasi Measles dan Rubella untuk Anak
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas tentang perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/7).

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengajak para orangtua untuk mengikuti program imunisasi terhadap penyakit measles dan rubella (MR) yang diinisiasi pemerintah pada tahun ini.

Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung, dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi Rubella pada saat kehamilan.

"Untuk melindungi anak-anak, melindungi hak-hak anak Indonesia agar tetap sehat dan ceria, serta melindungi masa depan anak-anak kita, saya menyerukan semua anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun untuk mendapatkan imunisasi measles rubella," kata Jokowi pada Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) di MTsN 10 Sleman, Yogyakarta, Selasa (1/8/2017).

Menurut dia, menjaga anak agar tetap sehat merupakan tugas bagi para orangtua. Negara pun juga turut ambil bagian dalam mengemban tugas tersebut.

"Namanya menjaga anak, yaitu membuat anak-anak tetap sehat. Ini adalah tugas setiap orang tua dan juga tugas dari negara. Anak-anak dititipkan Allah kepada kita untuk kita sayangi, didik, jaga, dan ayomi, terutama menjaga mereka dari berbagai penyakit yang berbahaya dan mematikan," ujar dia.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan yang dipublikasikan pada 19 Juli lalu, measles (lebih dikenal dengan campak) dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, bahkan kematian.

Sementara rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak. Akan tetapi bila menular kepada ibu hamil pada awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai sindroma rubella kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian, serta keterlambatan perkembangan.

Imunisasi MR yang dicanangkan pemerintah ini diharapkan dapat menjadi jalan terbaik terhadap pencegahan kedua penyakit tersebut.

Jokowi mengharapkan agar semakin banyak anak-anak Indonesia memperoleh imunisasi yang diberikan pemerintah secara cuma-cuma ini. Program ini secara serempak dilaksanakan pada Agustus hingga September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus hingga September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa.

baca juga

"Campak dan rubella yang sudah terbukti dan diketahui di seluruh dunia sangat berbahaya jika dibiarkan menjangkiti anak-anak kita. Sekali lagi, ini adalah penyakit yang berbahaya. Saat ini di negara kita, masih kurang dari 1 persen yang sudah mendapatkan imunisasi Measles Rubella, jadi masih sangat kecil. Idealnya, lebih dari 95 persen anak-anak kita sudah mendapatkan," terang dia.

Di Indonesia, program imunisasi secara serempak bukanlah hal yang baru. Melalui kampanye kesehatan serupa, Indonesia bahkan dinyatakan telah berhasil menekan terjangkitnya jumlah penyakit cacar dan polio. Pada 2020 mendatang, Indonesia diharapkan untuk terbebas dari penyakit campak dan rubella ini.

"Jadi saya percaya sekarang pun dengan niat baik kita juga insya Allah melaksanakan dan berhasil lakukan imunisasi measles rubella," ia menambahkan.

Kepala Negara juga berpesan kepada jajarannya untuk mengerahkan segenap kemampuan saat turun langsung kepada masyarakat dan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi. Karena imunisasi ini diperlukan untuk menjaga kesehatan anak-anak kita.

"Gandeng seluruh sekolah, madrasah, dan pesantren. Gandeng semua orang tua untuk turut menyukseskan imunisasi measles rubella. Buka lebar pintu Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, dan semua yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan imunisasi measles rubella," ajak Jokowi.

Sementara itu, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2016 sebelumnya telah menyatakan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar dalam mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Vaksin yang digunakan dalam kampanye kesehatan ini juga telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Singkatnya, Vaksin MR dinyatakan aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

"Imunisasi ini manfaatnya jauh lebih banyak daripada mudharatnya," kata Jokowi setelah meninjau area pelayanan imunisasi MR.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Canangkan Kampanye Imunisasi MR Hari Ini

Presiden Jokowi Canangkan Kampanye Imunisasi MR Hari Ini

News | Selasa, 01 Agustus 2017 | 09:08 WIB

Ini yang Akan Terjadi Jika Anak Tak Vaksin MR

Ini yang Akan Terjadi Jika Anak Tak Vaksin MR

Health | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:04 WIB

Vaksin Apa yang Diperlukan Perempuan Sebelum Hamil?

Vaksin Apa yang Diperlukan Perempuan Sebelum Hamil?

Health | Kamis, 20 Juli 2017 | 07:00 WIB

Siap-siap, Imunisasi Campak Rubella Mulai Agustus Mendatang!

Siap-siap, Imunisasi Campak Rubella Mulai Agustus Mendatang!

Health | Rabu, 19 Juli 2017 | 16:35 WIB

Alasan Imunisasi Bayi Penting Dilakukan

Alasan Imunisasi Bayi Penting Dilakukan

Health | Selasa, 20 Juni 2017 | 17:00 WIB

Tak Beri Vaksin, Oki Setiana Dewi Yakin Anak Baik-baik Saja

Tak Beri Vaksin, Oki Setiana Dewi Yakin Anak Baik-baik Saja

Entertainment | Jum'at, 16 Juni 2017 | 15:38 WIB

Ini Ragam Alasan Orangtua Enggan Imunisasi Anak

Ini Ragam Alasan Orangtua Enggan Imunisasi Anak

Health | Jum'at, 28 April 2017 | 17:28 WIB

Sederet Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Imunisasi

Sederet Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Imunisasi

Health | Kamis, 27 April 2017 | 07:10 WIB

Usia Berapa Sebaiknya Bayi Imunisasi BCG?

Usia Berapa Sebaiknya Bayi Imunisasi BCG?

Health | Kamis, 23 Februari 2017 | 16:25 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×