Suara.com - Sekretaris daerah Jakarta Saefullah bersama Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Andri Yansyah, Kepala Dinas Bina Marga Jakarta Yusmada Faizal, Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, dan Dirut PT. Transportasi Jakarta Budi Kaliwono meninjau jalur Transjakarta koridor 13 rute Tendean-Ciledug, Selasa (8/8/2017).
Saefullah beserta rombongan berangkat dari Balai Kota DKI Jakarta menggunakam mini bus menuju ke arah Mabes Polri. Kemudian, mobil yang ditumpangi pejabat DKI itu masuk ke jalur koridor 13 menuju Tendean. Dari Tendean menuju ke arah Ciledug.
Di halte CSW, seluruh pejabat DKI yang ikut meninjau jalan koridor 13 beserta awak media naik ke bus Transjakarta. Di halte Mayestik - Velbak - Kebayoran Lama - Seskoal bus yang membawa rombongan tidak berhenti. Bus baru berhentu di halte Cipulir untuk meninjau kesiapan halte.
Setibanya di halte Cipulir, Budi menyampaikan permohonan maaf kepada Saefullah karena kondisi halte masih kotor dan dipenuhi debu. Selain itu, eskalator juga masih belum bisa difungsikan. Hal ini membuat pejabat DKI harus turun dan menaiki anak tangga.
"Maaf Pak di sini memang masih kotor," kata Budi kepada Saefullah.
Kemudian, Saefullah meminta kepada PT. Transjakarta untuk menempatkan petugas kebersihan di setiap halte setelah layanan Transjakarta koridor 13 dioperasikan.
"Ini harus dijaga petugas. Nanti tempatkan orang untuk bersihin ini setiap hari. Tugaskan aja setiap hari untuk bersihkan," kata Saefullah.
Setelah meninjau halte Cipulir, rombongan melanjutkan perjalanan melewati Halte Swadarma - Jorr - Adam Malik (Ciledug).
Dari Halte Adam Malik, Jalan Ciledug Raya, Tangerang, bus tidak bisa langsung putar balik. Bus harus lebih dahulu ke arah Puri Beta 2 dengan jarak sekitar dua kilometer. Rencananya, operasional koridor 13 bus Transjakarta rute Tendean-Ciledug akan diresmikan pada 16 Agustus 2017.