Mayat Zoya yang Dibakar Massa Diambil dari Kubur, Ayahnya Nangis

Reza Gunadha | Welly Hidayat | Suara.com

Rabu, 09 Agustus 2017 | 12:18 WIB
Mayat Zoya yang Dibakar Massa Diambil dari Kubur, Ayahnya Nangis
Asmawi, ayah Muhammad Al Zahra alias Zoya (30) yang tewas dibakar hidup-hidup, menangis menyaksikan autopsi anaknya di TPU Kedondong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/8/2017). [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Tim forensik Mabes Polri melakukan autopsi terhadap jenazah Muhammad Al Zahra alias Zoya (30), yang dikeroyok dan dibakar hidup-hidup karena dituduh mencuri amplifier musala, Rabu (9/8/2017).

Autopsi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kedondong, Jalan Buni Asih Kongsi RT2/RW 3, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pantauan Suara.com, tim forensik kedokteran Mabes Polri datang sekitar pukul 11.00 WIB. Sebanyak enam orang anggota tim membawa satu buah koper berwarna hitam.

Mereka mengautopsi jenazah Zoya untuk mengetahui penyebab utama kematian Zoya: dikeroyok ataukah dibakar hidup-hidup.

"Autopsi ini untuk mengetahui apakah korban meninggal sebelum dibakar, atau justru dibakar hidup-hidup," kata salah satu anggota tim itu.

Autopsi dilakukan secara tertutup. Awak media tidak dibolehkan memotret atau menyaksikan autopsi tersebut.

Tim hanya membolehkan sejumlah keluarga korban untuk menjadi saksi autopsi, yakni Asmawi—ayah Zoya—dan ketua tim advokasi Abdul Chalim Soebri.

Asmawi tampak mengeluarkan air mata dan memegang sapu tangan saat melangkah masuk melihat jenazah Zoya.

Asmawi memakai Jas berwarna hitam yang dilapisi kemeja berwarna putih. Selain itu, adik Zoya yang bernama Bambang juga turut hadir untuk melihat autopsi.

Sementara warga terus memadati TPU untuk melihat proses autopsi Zoya. Hingga berita ini diunggah, tim forensik masih melakukan autopsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Saksi Kunci, Rojali Tidak Dijadikan Tersangka Pembakar Zoya

Jadi Saksi Kunci, Rojali Tidak Dijadikan Tersangka Pembakar Zoya

News | Rabu, 09 Agustus 2017 | 11:05 WIB

Mau Dibongkar, Warga Padati Makam Zoya yang Dibakar Hidup-hidup

Mau Dibongkar, Warga Padati Makam Zoya yang Dibakar Hidup-hidup

News | Rabu, 09 Agustus 2017 | 10:32 WIB

Anggawira Gagas 6 Pilar Utama Smart City Untuk Bekasi

Anggawira Gagas 6 Pilar Utama Smart City Untuk Bekasi

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 20:26 WIB

Polisi Bidik 5 Terduga Pembakaran Sadis Zoya

Polisi Bidik 5 Terduga Pembakaran Sadis Zoya

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 13:37 WIB

Tak Mau Kecolongan seperti Kasus Zoya, Ini Solusi Polda Metro

Tak Mau Kecolongan seperti Kasus Zoya, Ini Solusi Polda Metro

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 10:52 WIB

Menag dan Bupati Purwakarta Datangi Istri Zoya

Menag dan Bupati Purwakarta Datangi Istri Zoya

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 01:00 WIB

Kotoran Burung Gereja, Marbot Yakini Amplifier Zoya Milik Musala

Kotoran Burung Gereja, Marbot Yakini Amplifier Zoya Milik Musala

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 21:25 WIB

Polisi: Zoya Meninggal karena Luka Bakar 80 Persen

Polisi: Zoya Meninggal karena Luka Bakar 80 Persen

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 21:23 WIB

Tetapkan Dua Tersangka, Polisi Buru 5 Lagi Pelaku Pembakaran Zoya

Tetapkan Dua Tersangka, Polisi Buru 5 Lagi Pelaku Pembakaran Zoya

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 19:44 WIB

Zoya Sembah Sujud Minta Ampun Sebelum Dibakar Hidup-hidup

Zoya Sembah Sujud Minta Ampun Sebelum Dibakar Hidup-hidup

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 19:12 WIB

Terkini

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB