Turki Darurat, Erdogan Akan Bubarkan Ormas Radikal

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 23 Agustus 2017 | 06:32 WIB
Turki Darurat, Erdogan Akan Bubarkan Ormas Radikal
Seorang terdakwa kasus dugaan kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memakai kaus bertuliskan "Hero" (Pahlawan) saat diajukan ke persidangan. [AFP}

Suara.com - Turki masih dalam masa keadaan darurat sampai September 2017 mendatang setelah masa perpanjangan sejak Juli. Selama masa darurat Turki membubarkan organisasi kemasyarakatan yang dicap berafiliasi ke kelompok teroris seperti Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

Dalam pidatonya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan keadaan utama negara darurat untuk mengalahkan terorisme. Dia menyontohkan dalam keadaan darurat kudeta gagal tahun lalu, pemerintah menangkap puluhan ribu orang yang dicurigai tergabung dalam kelompok teroris.

"Bagian yang paling penting dari keadaan darurat adalah mengalahkan organisasi teroris dan menguburkan mereka," kata Erdogan di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Selasa (22/8/2017).

Edorgan tidak ingin Turki terpecah karena radikalisme. Maka itu dia merasa harus menyelamatkan negara seluas 780.000 kilometer persegi itu.

"Kami hanya memiliki satu bendera, satu daratan dan satu negara bagian, satu negara bagian berada 780.000 kilometer persegi. Kami akan menghancurkan orang-orang yang ingin membagi tanah ini," kata Erdogan.

Erdogan mengatakan Turki akan terus tumbuh dan terus melaksanakan proyek yang akan berkontribusi terhadap pertumbuhannya. (Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kepala BNPT: Kini Sasaran Teroris Generasi Muda

Kepala BNPT: Kini Sasaran Teroris Generasi Muda

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 00:01 WIB

Polisi Tembak Abouyaaqoub, Si 'Pilot' Teror Barcelona

Polisi Tembak Abouyaaqoub, Si 'Pilot' Teror Barcelona

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 06:12 WIB

Mahfud: Banyak Anak Muda Idolanya Kaum Radikalis

Mahfud: Banyak Anak Muda Idolanya Kaum Radikalis

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 16:51 WIB

Intan, WN Australia Asal Indonesia Jadi Korban Teroris Barcelona

Intan, WN Australia Asal Indonesia Jadi Korban Teroris Barcelona

News | Minggu, 20 Agustus 2017 | 13:37 WIB

Trump Anjurkan Bunuh Teroris Pakai Peluru Mengandung Darah Babi

Trump Anjurkan Bunuh Teroris Pakai Peluru Mengandung Darah Babi

News | Minggu, 20 Agustus 2017 | 08:51 WIB

Pelaku Teror Barcelona Rencanakan Serangan Lebih Besar Lagi

Pelaku Teror Barcelona Rencanakan Serangan Lebih Besar Lagi

News | Minggu, 20 Agustus 2017 | 06:49 WIB

Barca dan Madrid Heningkan Cipta Sebelum Gelar Latihan

Barca dan Madrid Heningkan Cipta Sebelum Gelar Latihan

Bola | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 21:44 WIB

Indonesia Kecam Aksi Teror di Barcelona yang Tewaskan 13 Orang

Indonesia Kecam Aksi Teror di Barcelona yang Tewaskan 13 Orang

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 09:44 WIB

Eksperimen Keledai Jadi 'Pengantin' Bom, 3 Anggota ISIS Tewas

Eksperimen Keledai Jadi 'Pengantin' Bom, 3 Anggota ISIS Tewas

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 09:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×