Mengapa Negara Muslim Diam dengan Nasib Rohingya?

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 03 September 2017 | 06:05 WIB
Mengapa Negara Muslim Diam dengan Nasib Rohingya?
Seorang perempuan etnis Rohingya menggendong bayinya setelah tiba di kota Yathae Taung, Rakhine, Myanmar, setelah kabur dari desanya yang diserbu militer, 26 Agustus 2017. [Wai Moe/AFP]

Suara.com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu merasa aneh kebanyakan negara mayoritas muslim diam dengan nasib yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Ratusan Rohingya di sana dibunuh oleh militer Myanmar.

"Ada banyak negara Muslim, ke mana mereka? Kenapa mereka diam?" kata Mevlut Cavusoglu di Provinsi Mediterania Antalya, Sabtu (2/9/2017).

Cavusoglu mengklaim Turki telah mengirimkan bantuan sebesar 70 juta dolar Amerika Serikat untuk bantuan kemanusiaan kepada muslim Rohingya. Dia mengklaim tidak ada negara lain yang menunjukan kepeduliannya selain Turki.

Cavusoglu juga mengatakan untuk menyelesaikan krisis Rohingya butuh kerjasama internasional. Bahkan melibatkan PBB dan organisasi muslim lainnya.

"Dalam dua minggu kita perlu mengadakan pertemuan di New York dengan sekretaris jenderal PBB, pemimpin negara-negara Muslim, organisasi internasional, kepala Komisi Penasihat PBB di Negara Rakhine Kofi Annan dan pemimpin lainnya untuk memecahkan masalah ini," paparnya.

Sebelumnya, Turki memohon agar pemerintah Bangladesh membuka pintu perbatasannya dan menerima ribuan etnis Rohingya asal Myanmar. Turki akan membayar kepada pemerintah Bangladesh, berapa pun biaya untuk menampung pengungsi Rohingya.

“Berapa pun biaya yang diminta Bangladesh, kami akan membayarnya, asalkan mereka membuka pintu untuk pengungsi Rohingya,” tegas Cavusoglu.

Selain itu, kata dia, Turki juga akan memobilisasi negara maupun organisasi-organisasi Islam untuk mengadakan pertemuan khusus membahas persoalan etnis Rohingya.

Tak hanya itu, Cavusoglu juga mengklaim sudah menelepon mantan Sekretaris Jenderal PBB dan juga Kepala Komisi Rakhine PBB Kofi Annan, agar bisa mendesak militer Myanmar menyetop pembantaian terhadap Rohingya.

baca juga

Untuk diketahui, sedikitnya 400 orang etnis Rohingya tewas dalam operasi militer Myanmar yang diterapkan sejak pekan lalu. Sementara 38 ribu Rohingya lainnya mencoba menerobos perbatasan ke Bangladesh. (Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Citra Satelit Rekam Pembakaran Pemukiman Rohingya di Rakhine

Citra Satelit Rekam Pembakaran Pemukiman Rohingya di Rakhine

News | Minggu, 03 September 2017 | 00:24 WIB

Soal Rohingya, SBY Singgung Status Tokoh Perdamaian Suu Kyi

Soal Rohingya, SBY Singgung Status Tokoh Perdamaian Suu Kyi

News | Sabtu, 02 September 2017 | 23:03 WIB

MUI Minta Myanmar Hentikan Kekerasan ke Rohingya

MUI Minta Myanmar Hentikan Kekerasan ke Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 22:01 WIB

Menag: Muslim Rohingya Harus Diberikan Perlindungan

Menag: Muslim Rohingya Harus Diberikan Perlindungan

News | Sabtu, 02 September 2017 | 21:07 WIB

YLBHI: Persekusi terhadap Rohingya Harus Dihentikan

YLBHI: Persekusi terhadap Rohingya Harus Dihentikan

News | Sabtu, 02 September 2017 | 20:46 WIB

Konflik Rohingya Semakin Memburuk Lantaran Foto dan Berita Hoaks

Konflik Rohingya Semakin Memburuk Lantaran Foto dan Berita Hoaks

News | Sabtu, 02 September 2017 | 20:22 WIB

Berburu Rohingya, Kebencian Agama atau Perampasan Lahan?

Berburu Rohingya, Kebencian Agama atau Perampasan Lahan?

News | Sabtu, 02 September 2017 | 19:46 WIB

Setara: Indonesia Harus Pelopori Invervensi Kemanusiaan Rohingya

Setara: Indonesia Harus Pelopori Invervensi Kemanusiaan Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 18:31 WIB

Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian

Pengkhianatan Aung San Suu Kyi terhadap Nobel Perdamaian

News | Sabtu, 02 September 2017 | 17:16 WIB

Terkini

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:38 WIB

×