'Goreng-Goreng' Isu Rohingya untuk Diskreditkan Presiden Jokowi

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Rabu, 06 September 2017 | 07:22 WIB
'Goreng-Goreng' Isu Rohingya untuk Diskreditkan Presiden Jokowi
Foto Hoax soal Rohingya

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga, ada kelompok-kelompok di Indonesia yang secara sengaja menggunakan isu konflik pemerintah Myanmar-Rohingya untuk mendiskreditkan Presiden Joko Widodo.

Melalui isu Rohingya, kata dia, kelompok-kelompok tersebut ingin menstigma Jokowi tidak peduli  terhadap nasib umat Islam.

"Misalnya di media-media sosial, sebagian besar banyak mengaitkan masalah Rohingya dengan presiden. Artinya, isu ini lebih banyak digunakan untuk konsumsi dalam negeri, untuk membakar sentimen masyarakat Islam di Indonesia agar antipati kepada pemerintah," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

Menurut Tito, “penggorengan isu” seperti ini merupakan pola lama untuk menyerang pemerintah, seperti juga halnya terjadi jelang pilkada Jakarta beberapa waktu lalu.

"Gaya lama, karena dulu ada isu pilgub menyerang pemerintah. Sekarang ada isu baru yang kira-kira bisa dipakai untuk ‘goreng-goreng.’ Ini penelitian berdasarkan software opinion analysist," terangnya.

Dia menambahkan, isu Rohingya ‘digoreng’ di media sosial untuk membuat antipati terhadap Presiden Jokowi.

"Masyarakat saya minta lebih waspada. Dari hasil penelitian itu, bahwa isu ini lebih banyak dikemas untuk digoreng guna menyerang pemerintah. Pemerintah dianggap lemah, padahal pemerintah sudah melakukan langkah yang pas. Bukan hanya pernyataan Presiden, bahkan mengirim menlu untuk bertemu pimpinan Myanmar Aung San Suu Kyi, Jenderal (angkatan bersenjata)," terangnya.

Tito mengatakan, pemerintah dan 11 ormas Islam, termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, sudah bergerak membantu menangani krisis kemanusiaan yang menimpa Rohingya.

"Semua sudah bergerak, jadi tak dalam aksi kekerasan. Kalau ada yang mau demo, kekerasan, mending tak usahlah," tukasnya.

Bukan Konflik Islam-Buddha

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa kasus Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, bukanlah konflik agama.

"Kita harus menyikapi secara jernih apa yang terjadi di Rohingnya, Myanmar," kata Said Aqil, seusai bersama Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen berdiskusi intensif dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa.

Ia mengatakan, umat Islam Rohingya memang banyak yang menjadi korban dalam kekerasan di Rakhine, Myanmar, itu.

"Kita turut bersedih. Namun, jangan sampai hal itu ditarik menjadi konflik antaragama, tidak betul itu. Umat Muslim di Indonesia jangan terprovokasi," kata Said Aqil.

Dalam pertemuan itu, Said Aqil menyampaikan kepada Presiden Jokowi tentang pentingnya membantu perdamaian di Rohingya.

NU sendiri ikut andil dalam inisiasi perdamaian dengan peran serta lembaga-lembaga di bawah naungan NU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Hari, 125 Ribu Muslim Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

10 Hari, 125 Ribu Muslim Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

News | Rabu, 06 September 2017 | 05:13 WIB

Aksi Bela Rohingya, Candi Borobudur Siaga 1 Mulai Besok

Aksi Bela Rohingya, Candi Borobudur Siaga 1 Mulai Besok

News | Rabu, 06 September 2017 | 01:43 WIB

PBNU: Kasus Rohingya Bukan Konflik Agama

PBNU: Kasus Rohingya Bukan Konflik Agama

News | Rabu, 06 September 2017 | 06:45 WIB

Demo di Kedubes Myanmar, Wiranto: Bawa Bom Ditangkap!

Demo di Kedubes Myanmar, Wiranto: Bawa Bom Ditangkap!

News | Rabu, 06 September 2017 | 05:38 WIB

Malaysia Panggil Dubes Myanmar Terkait Krisis Rohingya

Malaysia Panggil Dubes Myanmar Terkait Krisis Rohingya

News | Rabu, 06 September 2017 | 04:11 WIB

Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Berita Hoax soal Rohingya

Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Berita Hoax soal Rohingya

News | Rabu, 06 September 2017 | 00:12 WIB

ASEAN dan OKI Didesak Cari Solusi Krisis Rohingya

ASEAN dan OKI Didesak Cari Solusi Krisis Rohingya

News | Selasa, 05 September 2017 | 23:10 WIB

Pernyataan Forum Lintas Agama soal Rohingya

Pernyataan Forum Lintas Agama soal Rohingya

Foto | Selasa, 05 September 2017 | 18:11 WIB

Nilai Lamban Respon Krisis Rohingya, FPI: Pemerintah Belaga Budek

Nilai Lamban Respon Krisis Rohingya, FPI: Pemerintah Belaga Budek

News | Selasa, 05 September 2017 | 18:06 WIB

Dahnil: Kepergian Laskar Islam ke Myanmar Malah Perkeruh Suasana

Dahnil: Kepergian Laskar Islam ke Myanmar Malah Perkeruh Suasana

News | Selasa, 05 September 2017 | 17:50 WIB

Terkini

Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029

Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:42 WIB

Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?

Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:42 WIB

Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar

Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:26 WIB

Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus

Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:19 WIB

Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan

Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:00 WIB

Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan

Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:52 WIB

Jemaah Haji dari Tuban  Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang

Jemaah Haji dari Tuban Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:34 WIB

Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan

Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:12 WIB

Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!

Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43 WIB

Molor! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Baru Bisa Dibuka Bertahap, Ini Jadwal Terbarunya

Molor! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Baru Bisa Dibuka Bertahap, Ini Jadwal Terbarunya

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:25 WIB