9 Anak Disodomi di Cengkareng, KPAI: Perlu Pengawasan Ekstra

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 08 September 2017 | 09:44 WIB
9 Anak Disodomi di Cengkareng, KPAI: Perlu Pengawasan Ekstra
Ilustrasi anak korban pelecehan seksual (Shutterstock)

Suara.com - Sebanyak 9 anak disodomi di Cengkareng, Jakarta Barat. Kasus ini tengah ditangani Polsek Cengkareng.

Selain itu Komisi Perlindungan Anak Indonesia memperhatikan kasus kekerasan seksual ini. Pada 21 Agustus 2017, KPAI berkoordinasi dengan Polsek setempat. KPAI membentuk  tim bersama untuk penanganan korban baik rehabilitasi dan jalur hukum. KPAI juga berbincang dengan orang tua korban.

“KPAI juga menemui anak-anak korban dan keluarganya dengan mendengarkan keluh kesah dan memastikan keadaan mereka agar tetap terlindungi haknya baik tumbuh kembang anak, lingkungan sekolah yang kondusif dan masyarakat sekitar yang ramah anak,” kata Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah dalam keterangan persnya, Jumat (8/9/2017).

Ai menjelaskan pelaku menciptakan keintiman melalui cara membangun kepercayaan, memberi kasih sayang, perhatian, iming-iming uang jajan bahkan antar jemput sekolah. Hal-hal kecil seperti mengajarkan bermain Game hingga diakui beberapa kali memperlihatkan tontonan porno. Selain hal itu, pelaku mendekati anak-anak di area terbuka yang sesungguhnya terpadu dengan permainan anak-anak.

"Oleh sebab itu KPAI menilai perlu pengawasan di area terbuka yang tujuannya menjadi tempat yang aman bagi anak. Di Jakarta RPTRA merupakan tempat strategis dalam membangun kondisi ramah anak, namun ternyata tetap membutuhkan pengawasan, baik dari segi pengelolaan area tersebut agar pihak pengelola pro aktif memantau aktivitas anak-anak setiap saat di sana dan mendorong masyarakat sekitar agar punya kepedulian sosial dalam memperhatikan dan memantau tempat area terbuka tersebut, bagaimana ruang publik ramah anak ini tetap terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan" jelas Ai Maryati.

Selain itu dari Monitoring KPAI yang sudah dilakukan kemarin 5 September 2017, bahwa Tim Bersama sudah bekerja, P2TP2A sudah melakukan pendampingan dan assesment kepada korban. Selanjutnya melakukan rehabilitasi hingga benar-benar dinyatakan anak-anak ini dalam keadaan baik.

"Kita juga mendorong Kapolsek beserta Kanit PPA agar tetap bekerja sepenuh hati melalui penegakkan hukum yang seadil-adilnya dan berefek jera dengan memberikan landasan UU 35 Tahun 2014 tentang PA yang mewajibkan pemberatan hukuman pada pelaku yang melakukan serangkaian kekerasan seksual yang dilakukan berulang-ulang," terangnya.

Pencabulan kesembilan anak itu dilakukan Agus Winarto di Cengkareng Jakarta Barat. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengiming-imingi korban dengan makanan serta sejumlah uang. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

24 Juta Perempuan Indonesia Alami Kekerasan

24 Juta Perempuan Indonesia Alami Kekerasan

News | Minggu, 27 Agustus 2017 | 11:57 WIB

Heboh Akun Fanpage Penyuka Kutang Anak Laki-laki, Warganet Murka

Heboh Akun Fanpage Penyuka Kutang Anak Laki-laki, Warganet Murka

Tekno | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 08:10 WIB

Diiming-iming Dua Tusuk Sate, "Garap" Bocah di Kamar Mandi Masjid

Diiming-iming Dua Tusuk Sate, "Garap" Bocah di Kamar Mandi Masjid

News | Rabu, 16 Agustus 2017 | 19:45 WIB

Anak Nafa Urbach Diincar Paedofil, Orangtua Lakukan Ini Ya!

Anak Nafa Urbach Diincar Paedofil, Orangtua Lakukan Ini Ya!

Health | Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:44 WIB

Ayah yang Sering Gerayangi Anak Sendiri Kabur, Dikejar Polisi

Ayah yang Sering Gerayangi Anak Sendiri Kabur, Dikejar Polisi

News | Senin, 24 Juli 2017 | 13:51 WIB

Derita BL Dituntut Penjara karena Kematian Bayi Hasil Pemerkosaan

Derita BL Dituntut Penjara karena Kematian Bayi Hasil Pemerkosaan

News | Kamis, 22 Juni 2017 | 19:10 WIB

Guru Honorer Ditangkap Diduga Sodomi Dua Pelajar

Guru Honorer Ditangkap Diduga Sodomi Dua Pelajar

News | Rabu, 14 Juni 2017 | 18:42 WIB

Di Indonesia ada 24 Juta Perempuan Korban Kekerasan Trauma

Di Indonesia ada 24 Juta Perempuan Korban Kekerasan Trauma

News | Jum'at, 09 Juni 2017 | 13:48 WIB

Bocah Diperkosa dan Dibunuh, Polisi Temukan Barang Penting

Bocah Diperkosa dan Dibunuh, Polisi Temukan Barang Penting

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 17:24 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×