Buat Survei, KPK Ceritakan Tentang Mahar Parpol

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Rabu, 13 September 2017 | 19:58 WIB
Buat Survei, KPK Ceritakan Tentang Mahar Parpol
Kunjungan KPK di DPP Nasdem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2014). (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan melakukan diskusi bertema 'Sistem Integritas Partai Politik' dengan petinggi DPP Partai Nasdem. Dalam kesempatan ini ia sempat menyinggung soal mahar yang kerap diminta oleh parpol pada calon kepala daerah yang mau mendapatkan dukungan.

Pada pilkada serentak tahun 2015, Pahala meneranhkan kalau KPK melakukan survei dengan cara menghubungi calon kepala daerah yang kalah pada Juni 2016.

"Ada sekitar 270 (orang) kita hubungi. Itu ada fakta mahar yang menarik. Waktu kita tanya apa biaya yang paling besar dari pencalonan kepala daerah waktu itu," ujar Pahala di Auditorium DPP Partai NasDem Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2014).

Pahala mengatakan tim yang melakukan survei dan KPK merasa heran ada calon kepala daerah yang mengikuti pemilihan tetapi harta kekayaannya tercatat sekitar Rp300 juta.

"Harta kekayaannya kok kayak nggak mungkin, nggak masuk diakal harta segini masuk di Pilkada. Hartanya Rp300 juta maju buat bupati di Papua, apa mungkin gitu ya? Kok bisa ya? Dan akhirnya calon itu kalah," kata Pahala.

Pahala menceritakan berdasarkan keterangan dari calon kepala daerah yang kalah saat itu biaya paling mahal untuk biaya mahar dan membiayai saksi.

"Bukan biaya kampanye yang mahal. Berapa maharnya dia sebut? ada yang Rp5 miliar dan segala macam. Kalau kita konfirmasi hampir ke semua partai mengatakan nggak ada itu mahar," kata dia.

Kemudian dalam survei tersebut sebagian calon kepala daerah yang gagal juga ditanya cara untuk membayar mahar apabila diminta oleh parpol. Sebanyak 53 responden banyak yang menjawab pakai dana yang diberikan sponsor.

"Karena mereka kalah kita juga tanyakan bagimana (imbalan) untuk sponsornya. Mereka konsisten mengatakan empat hal, pertama pakai proyek APBD. Makanya e-plaining dan e-budgeting penting," kata dia.

baca juga

Tak hanya itu, ada dari mereka yang mengatakan akan membayarnya apabila menang melalui perizinan. Khususnya mereka yang akan menjabat di daerah yang kaya dengan sumber daya alam.

"Misal izin tambang dan kebun, keluar izin kan dari situ (pemerintah). Ketiga mereka bilang dengan jabatan di pemerintah," katanya.

Dalam kesempatan ini anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Johnny G. Plate memastikan partai yang diketuai oleh Surya Paloh tidak meminta mahar pada calon kepala daerah yang didukung.

"Kalau di kita dengan syarat tanpa mahar. Pak Pahala bisa cek. Sekarang juga sudah banyak parpol tanpa mahar," kata Johnny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketimbang Usul Cabut Penuntutan KPK, Prasetyo Diminta Urus Jaksa

Ketimbang Usul Cabut Penuntutan KPK, Prasetyo Diminta Urus Jaksa

News | Rabu, 13 September 2017 | 19:31 WIB

Apa Kabar Penyidikan Setnov?

Apa Kabar Penyidikan Setnov?

Video | Rabu, 13 September 2017 | 18:56 WIB

Sejumlah Anggota DPR Kritik Surat Novanto ke KPK

Sejumlah Anggota DPR Kritik Surat Novanto ke KPK

News | Rabu, 13 September 2017 | 18:53 WIB

KPK Tawarkan 4 Poin Kerjasama dengan Partai Politik

KPK Tawarkan 4 Poin Kerjasama dengan Partai Politik

News | Rabu, 13 September 2017 | 18:32 WIB

OTT Lagi, KPK Tangkap Bupati Batubara

OTT Lagi, KPK Tangkap Bupati Batubara

News | Rabu, 13 September 2017 | 18:05 WIB

KPK Ungkap Alasan Banyak Politisi Partai yang Korupsi

KPK Ungkap Alasan Banyak Politisi Partai yang Korupsi

News | Rabu, 13 September 2017 | 17:45 WIB

SBY Bertemu Pimpinan KPK

SBY Bertemu Pimpinan KPK

Foto | Rabu, 13 September 2017 | 17:20 WIB

KPK: Demokrat Paling Maju soal Integritas

KPK: Demokrat Paling Maju soal Integritas

News | Rabu, 13 September 2017 | 17:10 WIB

Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore dalam Dunia Politik

Dukung KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore dalam Dunia Politik

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:58 WIB

Terkini

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

×