Lima Perempuan Peraih Nobel Surati Suu Kyi agar Bantu Rohingya

Reza Gunadha

Kamis, 14 September 2017 | 10:23 WIB
Lima Perempuan Peraih Nobel Surati Suu Kyi agar Bantu Rohingya
Massa aksi pro-Rohingya membakar poster bergambar tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi di depan kantor Kedubes Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kecaman terhadap Konselor Myanmar Aung San Suu Kyi karena tak menghentikan militernya melakukan persekusi terhadap komunitas Rohingya, semakin banyak.

Termutakhir, seperti dilansir Independent, Kamis (14/9/2017), lima perempuan peraih Nobel Perdamaian mengirimkan surat protes terhadap Suu Kyi yang juga peraih Nobel tersebut.

Kelima perempuan peraih Novel tersebut ialah Mairead Maguire dari Irlandia Utara; Leymah Gbowee dari Liberia;  Tawakkol Karman dari Yaman; Jody Wiliams dari Amerikat Serikat; dan, Shirin Ebadi dari Iran. Sebelumnya, perempuan yang juga peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai juga terlebih dulu memberikan kecaman.

Dalam surat terbuka yang dikirimkan, kelima perempuan itu menyebut Suu Kyi memunyai tanggungjawab moral secara pribadi untuk membela komunitas Rohingya.

"Anda (Suu Kyi) sebagai penerima Nobel, ikon internasional sebagai pejuang HAM dan demokrasi, dan kini menjadi Penasihat Negara Myanmar, Anda seharusnya memunyai tanggung jawab secara pribadi untuk membela Rohingya,” tulis kelima perempuan peraih Nobel itu dalam suratnya.

Mereka mempertanyakan sampai kapan Suu Kyi akan terus membiarkan militer Myanmar melakukan perburuan dan beragam aksi keji lainnya terhadap kaum perempuan dan anak-anak Rohingya.

"Harus berapa banyak lagi Rohingya yang mati? Harus berapa banyak lagi perempuan Rohingya diperkosa? Harus berapa banyak lagi rumah-rumah mereka diratakan dengan tanah sebelum mulut Anda terbuka untuk membela Rohingya?”

Dalam surat tersebut, kelimanya juga mengutip kecaman yang dilontarkan penerina Nobel Perdamaian asal AFrika Selatan, Desmond Tutu yang merupakan teman Suu Kyi.

baca juga

“Benar seperti Desmond Tutu katakan, ‘kalau kebungkaman Anda mengenai Rohingya adalah harga yang harus dibayar agar Anda bisa mencapai puncak tertinggi kekuasaan di Myanmar, maka harga itu sangat mahal’. Tapi, kami masih berharap, ini adalah waktunya bagi Anda untuk membela Rohingya.”

Untuk diketahui, PBB melansir sedikitnya 300 ribu warga sipil Rohingya melarikan diri dan kekinian berada di kamp-kamp pengungsian di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Mereka kabur setelah militer membumihanguskan perkampungan mereka sejak tiga pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Al Qaeda Provokasi Muslim di Negara-negara Ini Serang Myanmar

Al Qaeda Provokasi Muslim di Negara-negara Ini Serang Myanmar

News | Kamis, 14 September 2017 | 06:52 WIB

PBB:  Pemerintah Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya

PBB: Pemerintah Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya

News | Kamis, 14 September 2017 | 03:07 WIB

Dikecam Internasional, Suu Kyi Batalkan Pidato di Sidang PBB

Dikecam Internasional, Suu Kyi Batalkan Pidato di Sidang PBB

News | Rabu, 13 September 2017 | 13:25 WIB

Ayatollah Khamenei: Aung San Suu Kyi Ternyata Perempuan Kejam

Ayatollah Khamenei: Aung San Suu Kyi Ternyata Perempuan Kejam

News | Rabu, 13 September 2017 | 11:31 WIB

4 Pesawat Indonesia Bawa 20 Ton Beras dan Makanan ke Rohingya

4 Pesawat Indonesia Bawa 20 Ton Beras dan Makanan ke Rohingya

News | Rabu, 13 September 2017 | 11:05 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×