Sindir Bantuan Rohingya, Prabowo Dinilai Alami Krisis Ideologi

Adhitya Himawan | Nikolaus Tolen | Suara.com

Selasa, 19 September 2017 | 16:25 WIB
Sindir Bantuan Rohingya, Prabowo Dinilai Alami Krisis Ideologi
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto [Suara.com/Syaiful Rachman]

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Petrus Selestinus sangat menyayangkan pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait bantuan Pemerintah Indonesia terhadap korban krisis kemanusiaan di Myanmar, etnis Muslim Rohingya. Sebutan pencitaraan yang dikatakan Prabowo dinilai Petrus sebagai bentuk ketidakpahaman Prabowo terhadap komitmen Internasional Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

"Ini potret tokoh yang sudah luntur pemahamannya terhadap nilai-nilai hakiki yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945," kata Petrus, Selasa (19/9/2017).

Petrus menambahkan Prabowo termasuk kategori tokoh yang mengalami krisis ideologi. Sebab, seharusnya pada saat ada perisitiwa yang berskala internasional di bidang kemanusiaan, negara wajib memikul tanggung jawab internasionalnya yaitu ikut menjaga ketertiban dunia, sebagai wujud nyata komitmen negara bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan dalam bentuk apapun di muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

"Ini adalah amanat Pembukaan UUD 1945, semua warga negara wajib tahu dan secara konsisten harus menjalankannya.Ini adalah konten berupa komitmen internasional dari sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, sesuai dengan cita-cita luhur bangsa yang diatur dindalam pembukaan UUD 1945, yaitu sebuah janji dimana Indonesia yang sudah merdeka akan ikut melaksanakan ketrtiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," katanya.

Lebih lanjut Petrus mengatakan prinsip konstiusional tersebut dilaksanakan oleh Presiden Jokowi secara konsisten. Hal itu sebagai wujud komitmen internasional dalam konteks ikut meringankan beban hidup masyarakat pengungsi Rohingnya sebagai misi kemanusiaan, keadilan, kemerdekaan dan perdamaian.

"Dengan demikian pandangan Prabowo Subianto bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintahan Jokowi sebagai pencitraan, patut dipertanyakan apakah Jenderal Prabowo Subiyanto sudah luntur pemahamannya terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Pembukaan AUUD 1945," lanjut Petrus.

Menurut Advokat Peradi, apa yang dilakukan Jokowi adalah citra bangsa Indonesia yang berbudipekerti, bangsa yang beradab dan berperikemanusiaan serta dilakukan untuk meringankan beban hidup para korban kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya selama ini.

"Presiden Jokowi telah memperkuat jati diri dan citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya gotong royong dan tolong menolong, citra sebagai negara yang tetap bertanggungjawab untuk ikut melaksanakan keteriban dunia, termasuk melalui bantuan kemanusian sebagai wujud nyata tanggung jawab sebagai negara yang berpancasila," tutup Petrus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wamenlu Balas Sindiran Prabowo soal Pencitraan Bantuan Rohingya

Wamenlu Balas Sindiran Prabowo soal Pencitraan Bantuan Rohingya

News | Selasa, 19 September 2017 | 14:46 WIB

Peduli Rohingya, Syahrini Ajak Masyarakat Berdonasi

Peduli Rohingya, Syahrini Ajak Masyarakat Berdonasi

Entertainment | Selasa, 19 September 2017 | 10:43 WIB

Isu Rohingya Dipakai ISIS untuk Rekrut Anggota Baru

Isu Rohingya Dipakai ISIS untuk Rekrut Anggota Baru

News | Selasa, 19 September 2017 | 07:53 WIB

Dua Pengungsi Rohingya Tewas Diinjak Gajah Liar

Dua Pengungsi Rohingya Tewas Diinjak Gajah Liar

News | Selasa, 19 September 2017 | 07:33 WIB

Beras Indonesia Dibagi ke 120 Ribu Pengungsi Rohingya

Beras Indonesia Dibagi ke 120 Ribu Pengungsi Rohingya

News | Senin, 18 September 2017 | 23:25 WIB

JK Tidak Masalah Bantuan ke Rohingya Disebut Pencitraan

JK Tidak Masalah Bantuan ke Rohingya Disebut Pencitraan

News | Senin, 18 September 2017 | 22:16 WIB

Sidarto Sebut Tuduhan Prabowo pada Jokowi soal Rohingya Tak Tepat

Sidarto Sebut Tuduhan Prabowo pada Jokowi soal Rohingya Tak Tepat

News | Senin, 18 September 2017 | 17:12 WIB

Dinilai Hina Indonesia, Video Pengungsi Rohingya Ini Bikin Kesal

Dinilai Hina Indonesia, Video Pengungsi Rohingya Ini Bikin Kesal

News | Senin, 18 September 2017 | 13:43 WIB

Militer Myanmar: Rakyat Bersatu Hadapi Isu 'Rohingya'

Militer Myanmar: Rakyat Bersatu Hadapi Isu 'Rohingya'

News | Senin, 18 September 2017 | 11:26 WIB

Marzuki Darusman: Pendekatan Kemanusiaan untuk Rohingya

Marzuki Darusman: Pendekatan Kemanusiaan untuk Rohingya

wawancara | Senin, 18 September 2017 | 07:00 WIB

Terkini

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB