Nobar Film G30SPKI untuk Pendidikan Masyarakat dan Prajurit Muda

Ruben Setiawan, Nikolaus Tolen

Sabtu, 23 September 2017 | 21:12 WIB
Nobar Film G30SPKI untuk Pendidikan Masyarakat dan Prajurit Muda
Nobar film G30SPKI di Cijantung. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Kepala Penerangan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letnan Kolonel Infantri Joko Trihadimantoyo mengatakan, tujuan digelarnya acara nonton film Pemberontakan G30S PKI bareng masyarakat adalah untuk menanamkan nilai sejarah kepada masyarakat.

"Masyarakat diharapkan nonton itu pada prinsipnya generasi muda banyak yang tidak tahu tentang sejarah ," katanya saat dihubungi Sabtu (23/9/2017) malam.

"Khususnya untuk peristiwa-peristiwa bangsa ini terkait hal-hal yang pahit, misalnya G30S PKI Tahun 65 kemudian PKI Tahun 48, sebelumnya juga Tahun 27. Tapi kebetulan ini film yang dulu pernah ditayangkan itu Tahun 65," kata Joko.

Joko mengatakan, awalnya perintah nobar film tersebut untuk kalangan TNI sendiri. Namun, kemudian dibuka untuk umum, agar masyarakat juga mengerti dengan sejarah kelam bangsa Indonesia.

"Ini sesuai permintaan beliau (Panglima). Pertama pemutaran film itu ditujukan kepada prajurit TNI beserta keluarganya karena memang selama ini prajurit itu mungkin lahirnya ada yang sudah di atas 65 sehingga diharapkan pemutaran film itu mereka paham sejarah kelam bangsa ini pada saat peristiwa G30S PKI itu," kata Joko.

Lebih lanjut dia mengatakan, nobar film tersebut disambut baik oleh masyarakat. Kata dia, rata-rata pemonton yang hadir di acara nonton bareng berkisar antara 200 hingga 1.300 orang.

"Seperti yang pertama di lapangan Gatot Subroto itu hampir 300 penonton karena memang tempatnya terbuka di lapangan orang lalu lalang bisa melihat, sebelumnya tertutup kemudian kita buka," katanya.

Karena itu dia berharap agar setelah menonton film tersebut, tidak ada lagi upaya pengkhiantan terhadap negara. 

"Kan waktu itu Panglima sudah menyampaikan di media, sejarah itu pasti berulang, karena itu agar tidak terulang maka harus nonton itu," kata Joko.

"Pada tahun 27 terjadi, tahun 48 terjadi dan tahun 65 terjadi, artinya selang beberapa tahun peristiwa itu terulang, itu kan bahaya laten komunis. Jadi bertahun-tahun terulang, kita ingatkan kepada prajurit dulu setelah itu ke masyarkat," katanya.

"Mudah-mudahan tidak akan terulang peristiwa kelam, peristiwa pahit yang diamalmi oleh bangsa Indonesia khususnya pembantain terhadap tujuh jenderal itu," tutup Joko.

Diketahui pada malam ini, Kopassus menggelar Nobar bersama maayarakat di alun-alun depan mal Cijantung. Tampak masyarakat begitu antusias, sehingga bagian timur alun-alun penuh. Pantauan Suara.com, sekitar seribu orang hadir dalam nobar ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah G30S/PKI di Mata Berbagai Generasi: Gen Z Merinding Lihat Adegan Penyiksaan Jenderal

Sejarah G30S/PKI di Mata Berbagai Generasi: Gen Z Merinding Lihat Adegan Penyiksaan Jenderal

News | Selasa, 30 September 2025 | 13:00 WIB

Pelajar SMA Bicara soal G30S/PKI: Sejarah yang Penuh Teka-teki dan Propaganda

Pelajar SMA Bicara soal G30S/PKI: Sejarah yang Penuh Teka-teki dan Propaganda

News | Selasa, 30 September 2025 | 08:13 WIB

Paranoia Kekuasaan dalam Sastra: Ketika Narasi Kiri Menjadi Teror dan Tabu di Era Orde Baru

Paranoia Kekuasaan dalam Sastra: Ketika Narasi Kiri Menjadi Teror dan Tabu di Era Orde Baru

News | Selasa, 30 September 2025 | 10:00 WIB

Download Film G30S/PKI Asli Tanpa Revisi Dimana? Ini Link dan Maknanya di Era Sekarang

Download Film G30S/PKI Asli Tanpa Revisi Dimana? Ini Link dan Maknanya di Era Sekarang

Entertainment | Senin, 29 September 2025 | 15:52 WIB

Ketika DN Aidit dan Petinggi PKI Khusyuk Berdoa...

Ketika DN Aidit dan Petinggi PKI Khusyuk Berdoa...

News | Senin, 22 September 2025 | 17:13 WIB

Profil Yunus Yosfiah, Jenderal TNI yang Melarang Penayangan Film G30S/PKI Sejak 1998

Profil Yunus Yosfiah, Jenderal TNI yang Melarang Penayangan Film G30S/PKI Sejak 1998

News | Selasa, 01 Oktober 2024 | 17:26 WIB

Mengapa PKI Tidak Dibubarkan Soekarno Bahkan Setelah G30S? Ini 5 Alasannya

Mengapa PKI Tidak Dibubarkan Soekarno Bahkan Setelah G30S? Ini 5 Alasannya

News | Senin, 30 September 2024 | 15:22 WIB

Dalang di Balik Peristiwa G30S/PKI Berdasarkan Sejumlah Teori yang Selama Ini Berkembang

Dalang di Balik Peristiwa G30S/PKI Berdasarkan Sejumlah Teori yang Selama Ini Berkembang

News | Kamis, 19 September 2024 | 17:35 WIB

Rekomendasi Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Rekomendasi Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Lifestyle | Rabu, 27 September 2023 | 13:51 WIB

Tanggal Merah Bulan September 2023 Berapa Hari? Cek Libur Menurut SKB 3 Menteri

Tanggal Merah Bulan September 2023 Berapa Hari? Cek Libur Menurut SKB 3 Menteri

News | Selasa, 29 Agustus 2023 | 12:04 WIB

Terkini

Review Film By Any Means: Ketika Hukum Gagal, Kekerasan Layak Bicara?

Review Film By Any Means: Ketika Hukum Gagal, Kekerasan Layak Bicara?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 06:25 WIB

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

×