Ini Daftar Tambahan Negara yang Warganya Dilarang Masuk AS

Dythia Novianty

Selasa, 26 September 2017 | 11:32 WIB
Ini Daftar Tambahan Negara yang Warganya Dilarang Masuk AS
Ilustrasi paspor. (Shutterstock)

Suara.com - Amerika Serikat semakin menegaskan kekhawatiran mereka terhadap teroris. Baru-baru ini, pemerintahan setempat menambah daftar negara-negara yang menjadi sasaran larangan terbang AS.

Korea Utara, Venezuela dan Chad. Dengan alasan keamanan yang buruk dan kurangnya kerja sama dengan pihak berwenang AS, warga dari ketiganya dilarang masuk AS.

Sudan, satu dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim, sebenarnya masuk dalam larangan perjalanan. Namun, telah dikeluarkan dari daftar tersebut.

Sehingga tinggal delapan negara dengan blok lengkap atau sebagian yang mendapat larangan masuk ke AS.

Larangan perjalanan penuh dilakukan pada warga negara dari Korea Utara dan Chad, sementara pembatasan untuk Venezuela hanya pada pejabat dari daftar panjang instansi pemerintah dan keluarga mereka.

Negara lain yang termasuk dalam larangan tersebut adalah Iran, Libya, Suriah, Somalia dan Yaman. [Asia One]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bocah 11 Tahun Kirim Surat untuk Trump, Bahas Masa Depan Dunia

Bocah 11 Tahun Kirim Surat untuk Trump, Bahas Masa Depan Dunia

News | Senin, 25 September 2017 | 01:16 WIB

Larangan Muslim ke AS Akan Berakhir

Larangan Muslim ke AS Akan Berakhir

News | Sabtu, 23 September 2017 | 00:18 WIB

Kim Jong Un Murka karena Merasa Dihina Trump

Kim Jong Un Murka karena Merasa Dihina Trump

News | Jum'at, 22 September 2017 | 06:49 WIB

Korut Uji Coba Nuklir, AS akan Jatuhkan Sanksi Tambahan

Korut Uji Coba Nuklir, AS akan Jatuhkan Sanksi Tambahan

News | Jum'at, 22 September 2017 | 02:31 WIB

100 Perusahaan Teknologi Bersatu Tantang Kebijakan Trump

100 Perusahaan Teknologi Bersatu Tantang Kebijakan Trump

Tekno | Senin, 06 Februari 2017 | 15:19 WIB

Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS

Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS

News | Jum'at, 23 Desember 2016 | 07:05 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×