Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS

Dythia Novianty

Jum'at, 23 Desember 2016 | 07:05 WIB
Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS
Barack Obama. [AFP]

Suara.com - Barack Obama mengambil langkah lebih dulu mencoba dan mencegah Donald Trump melarang orang-orang dari negara Muslim masuk AS.

Pemerintahan Obama telah merombak Sistem Pendaftaran Keamanan Nasional Keluar-Masuk (NSEERS) yang terbengkalai. Sistem ini digunakan untuk mendaftarjan dan memonitor orang-orang yang memasuki wilayah AS dari beberapa negara yang rentan akan terorisme. Sistem ini kemungkinan besar akan diaktifkan dan diperluas jangkauannya oleh Trump untuk melaksanakan rencana kontroversialnya.

Selama kampanye pemilu, pengusaha itu berjanji memberlakukan larangan pada semua umat Islam memasuki negara itu. Dia kemudian memodifikasi ketentuan itu menjadi hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari negara dengan "sejarah terbukti terorisme".

Dari kubu Demokrat, termasuk 51 anggota Kongres, telah menyerukan Obama untuk mendaftar memo NSEERS untuk menghindarinya dimanfaatkan oleh Trump. Walikota sayap kiri dari kota-kota dengan populasi imigran yang besar juga telah mengatakan, mereka tidak akan bekerja sama dengan kebijakan imigrasi Trump.

Pemerintahan Obama kini telah menetapkan bola menggelinding pada penghapusan pendaftaran dengan memulai perubahan aturan federal yang akan mulai berlaku minggu ini.

Neema Hakim, juru bicara US Department of Homeland Security [DHS], mengatakan kepada Times program adalah "usang" dan "usang".

"DHS [Department of Homeland Security] berhenti menggunakan NSEERS lebih dari lima tahun yang lalu, setelah program itu ditentukan berlebihan, tidak efisien dan tidak memberikan peningkatan keamanan", katanya.

Obama telah mengambil beberapa langkah untuk mencoba mengamankan warisan dan membuat lebih sulit bagi Trump dalam memenuhi beberapa janji kebijakan yang lebih kontroversial.

Seperti diketahui, menyusul kemenangan pemilu yang mengejutkan pada 8 November lalu, tim Trump mengumumkan ia juga mempertimbangkan memberlakukan pendaftaran imigran Muslim yang sudah ada di AS.

baca juga

Kris Kobach, Sekretaris Negara Kansas yang merupakan penasihat Trump menyarankan, agar kebijakan tersebut dapat diberlakukan dengan membawa kembali sistem NSEERS yang kini telah dibongkar tim Obama.

Dua puluh empat dari 25 negara yang termasuk dalam daftar NSEERS, merupakan negara-negara mayoritas Muslim. Yang lainnya adalah Korea Utara.

Sistem ini diperkenalkan setelah serangan 9/11 pada tahun 2001 namun belum digunakan sejak 2011. Berdasarkan laporan The New York Times, langkah Obama dirancang semata-mata untuk membuat sulit bagi Trump untuk memenuhi janjinya.

Presiden terpilih minggu ini menegaskan janjinya untuk melarang imigran Muslim dan mendirikan sebuah daftar Muslim AS.

Seorang juru bicara kemudian mengatakan, rencana Trump mengacu rencananya dimodifikasi untuk melarang orang-orang pendatang dari negara-negara dimana ada kelompok teroris yang beroperasi, bukan seperti proposal sebelumnya yang melarang semua umat Islam memasuki AS. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kumpul Korporasi Teknologi, Twitter Tak Diundang Donald Trump

Kumpul Korporasi Teknologi, Twitter Tak Diundang Donald Trump

Tekno | Kamis, 15 Desember 2016 | 19:07 WIB

Disebut Kemenangannya Dibantu Rusia, Trump 'Mengolok' CIA

Disebut Kemenangannya Dibantu Rusia, Trump 'Mengolok' CIA

News | Senin, 12 Desember 2016 | 06:22 WIB

Intelijen AS: Agen Rusia Bantu Trump Kalahkan Clinton

Intelijen AS: Agen Rusia Bantu Trump Kalahkan Clinton

News | Minggu, 11 Desember 2016 | 15:13 WIB

JK Tanya Obama dan Abe Soal Trump: Jangan Khawatir

JK Tanya Obama dan Abe Soal Trump: Jangan Khawatir

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 12:52 WIB

Trump Menang, Insiden Terkait Kebencian di AS Meningkat

Trump Menang, Insiden Terkait Kebencian di AS Meningkat

News | Rabu, 30 November 2016 | 05:41 WIB

Terkini

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB