GMPG Ungkap Novanto Bertemu Ketua MA Sebelum Menang Praperadilan

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 30 September 2017 | 18:10 WIB
GMPG Ungkap Novanto Bertemu Ketua MA Sebelum Menang Praperadilan
Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia di D'Hotel, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017). (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Gerakan Muda Partai Golkar tak kaget dengan putusan hakim tunggal Cepi Iskandar yang memenangkan Setya Novanto dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017) kemarin. Sebab, Setya Novanto dikabarkan sudah bertemu dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, 22 Juli 2017 di Surabaya.

"Dan informasi yang kami dapatkan bahwa itu adalah dalam rangka membicarakan atau melakukan pendekatan kepada lembaga peradilan untuk bisa menang di praperadilan. Dan nyatanya akhirnya memang menang," kata Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia di D'Hotel, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).

Menurut Doli, informasi lain yang turut mendukung Novanto menang dalam praperadilan yang diputuskan oleh Cepi Iskandar itu adalah dari DPR. Di mana ada sejumlah anggota DPR yang mengajak taruhan miliaran rupiah satu dengan yang lain, bahwa Novanto pasti menang.

"Yang kedua, ingin mengulang saja, kami juga sering mendapatkan informasi ada para anggota DPR yang mengajak taruhan dengan anggota DPR yang lainnya, bahkan jumlahnya puluhan miliar, dan menyakini bahwa Setya Novanto ini akan menang," katanya.

Doli juga mengaku sudah mendapatkan informasi dari pejabat pemerintahan.

"Ketiga, banyak pejabat-pejabat dari pemerintahan, terutama dari partai-partai pendukung pemerintahan yang menyampaikan kepada pengurus Golkar, bahwa Setya Novanto akan menang," katanya.

Sementara informasi yang paling akhir didapat oleh Doli adalah empat hari sebelum putusan praperadilan dibacakan oleh hakim Cepi. Informasi tersebut diakui Doli berasal dari Akbar Tanjung.

"Makanya, terakhir saya sudah sampaikan kemarin, saya tiga-empat hari sebelum putusan praperadilan itu, Pak Akbar Tanjung menanyakan kepada saya, apakah betul bahwa Setya Novanto itu sudah pasti menang? Menang empat hari sebelum putusan," kata Doli.

"Karena beliau mendapatkan informasi dari Profesor Mahfud MD, yang pada saat itu sedang bersama-sama di pernikahan Pak Zulkifli Hasan, dan Prof Mahfud mendapatkan informasi itu dari Pak Zulkifli Hasan yang menyatakan bahwa Pak Setya Novanto nanti pada tanggal 29 itu akan menang, dan karena 99 persen diatur," lanjut Doli.

Doli mengatakan, apabila informasi yang didapatnya tersebut benar, maka putusan pengadilan akan menjadi cerita buruk bagi lembaga peradilan dan penegakan hukum di Indonesia.

"Coba bayangkan kalau indikasi-indikasi informasi itu benar, berarti kan ada putusan pengadilan yang sudah ditentukan di luar ruang sidang pengadilan. Ini adalah preseden yang sangat buruk buat hukum, aib buat bangsa Indonesia dan buat pemerintahan Jokowi. Jadi orang gampang mengangkangi hukum," katanya.

Padahal kata Doli, GMPG sudah mencium indikasi keterlibatan Ketua Umum Partai Golkar tersebut dalam kasus mega korupsi e-KTP sejak lama. Di mana pada tanggal 9 Maret 2017, nama Novanto disebut dalam dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto. Irman dan Sugiharto sudah menjadi terpidana karena sudah divonis bersalah oleh hakim Pengadilan Tipikor.

"Mulai sejak itu juga teman-teman GMPG melakukan gerakan sampai kemudian mendeklarasikan gerakan Golkar bersih," tutup Doli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novanto 'Bebas', Koalisi AntiKorupsi Akan Buat Lingkaran Hitam

Novanto 'Bebas', Koalisi AntiKorupsi Akan Buat Lingkaran Hitam

News | Sabtu, 30 September 2017 | 15:45 WIB

PDIP Hormati Putusan Hakim Menangkan Setya Novanto

PDIP Hormati Putusan Hakim Menangkan Setya Novanto

News | Sabtu, 30 September 2017 | 13:06 WIB

Kalah dari Novanto, PIA Minta KPK Tak Mundur Sejengkal Pun

Kalah dari Novanto, PIA Minta KPK Tak Mundur Sejengkal Pun

News | Sabtu, 30 September 2017 | 07:39 WIB

Analis Sebut Putusan Praperadilan Novanto Sudah Keterka

Analis Sebut Putusan Praperadilan Novanto Sudah Keterka

News | Sabtu, 30 September 2017 | 04:34 WIB

Setya Novanto "Bebas", KPK Komit Tetap Tangani e-KTP

Setya Novanto "Bebas", KPK Komit Tetap Tangani e-KTP

News | Sabtu, 30 September 2017 | 01:34 WIB

Novanto Lepas dari Jeratan, Ratu Minta KPK Lain Kali Lebih Jeli

Novanto Lepas dari Jeratan, Ratu Minta KPK Lain Kali Lebih Jeli

News | Jum'at, 29 September 2017 | 21:30 WIB

Novanto Lepas dari KPK, Bambang: Ini Bukti Aris Budiman Benar

Novanto Lepas dari KPK, Bambang: Ini Bukti Aris Budiman Benar

News | Jum'at, 29 September 2017 | 21:19 WIB

ICW: KPK Harus Kembali Tetapkan Novanto Jadi Tersangka

ICW: KPK Harus Kembali Tetapkan Novanto Jadi Tersangka

News | Jum'at, 29 September 2017 | 20:58 WIB

MAKI Desak KPK Terbitkan Surat Penetapan Tersangka Setya Novanto

MAKI Desak KPK Terbitkan Surat Penetapan Tersangka Setya Novanto

News | Jum'at, 29 September 2017 | 20:44 WIB

Terkini

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:30 WIB

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:26 WIB

Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah

Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:12 WIB