Bukan Setnov, Nusron Ungkap Masalah Besar Golkar Sesungguhnya

Ririn Indriani, Dian Rosmala

Jum'at, 06 Oktober 2017 | 08:53 WIB
Bukan Setnov, Nusron Ungkap Masalah Besar Golkar Sesungguhnya
Nusron Wahid [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan masalah hukum yang dihadapi Setya Novanto bukanlah masalah besar bagi partai berlambang pohon beringin. Namun, menurut dia, masalah yang jauh lebih besar yaitu perihal perilaku koruptif pada kader partai warna kuning.

"Masalah Pak Novanto itu masalah kecil. Bukan masalah besar. Diganti atau nggak ganti hanya butuh waktu 2-3 hari. Dan juga ini belum tentu menyelesaikan masalah kalau Pak Novanto diganti," kata Nusron di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017) malam.

Nusron yang menjabat sebagai Kepala BNP2TKI itu juga mengatakan bahwa bukan hanya Novanto yang harus diganti dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, melainkan jauh dari itu yang harus diubah yaitu, pola pikir, serta tujuan berpolitik para kadernya agar tidak menjadi koruptor.

"Jadi tidak sekadar mengganti Pak Novanto. Melainkan juga cara pikir dan orientasi berpolitik kita itu diatur kembali. Kalau nggak (diatur) maka kita akan ditinggalkan rakyat," ungkapnya.

Oleh Sebab itu, Nusron menunggu rapat pleno yang akan segera digelar DPP Partai Golkar. Dalam rapat tersebut ia akan mengusulkan agar dilakukan evaluasi secara total terhadap Partai Golkar terutama terkait manajemen organisasinya.

"Saya ingin secepatnya (rapat pleno). Karena saya ingin masalah ini tuntas setuntas-tuntasnya. Sebagai orang yang terlibat gerakan reformasi dan salah satu cita-cita tujuan reformasi yaitu clean government. Saya masuk Partai Golkar semangat saya adalah ingin ada cut of position di dalam perilaku koruptif Partai Golkar," tegas Nusron.

Lebih lanjut ia menilai bahwa perilaku koruptif kader Golkar sudah memasuki level kronis. Bagaimana tidak, dalam waktu satu bulan, tujuh orang kader golkar diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Nusron, masalah ini bukan masalah sepele, melainkan masalah yang sangat serius yang harus segera diatasi.

"Yang lebih kronis lagi adalah tujuh orang dalam sebulan ditangkap oleh KPK. Itu sudah lampu merah buat Partai Golkar dan sudah tanda-tanda bahaya ini. Bayangkan sebulan tujuh kader ditangkap," beber Nusron menutup perbincangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bantah Dipecat Golkar, Yorrys Raweyai: Itu Hoaks

Bantah Dipecat Golkar, Yorrys Raweyai: Itu Hoaks

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 13:09 WIB

Foto Setya Novanto Muda dan Gelar Pria Tampan Surabaya 1975

Foto Setya Novanto Muda dan Gelar Pria Tampan Surabaya 1975

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 17:32 WIB

Tanpa Setnov, Golkar Gelar Rakornis Bahas Pilkada dan Pemilu

Tanpa Setnov, Golkar Gelar Rakornis Bahas Pilkada dan Pemilu

News | Kamis, 28 September 2017 | 22:42 WIB

Terkini

Produksi Batu Bara Turun, Bahlil Klaim PNBP Justru Meningkat

Produksi Batu Bara Turun, Bahlil Klaim PNBP Justru Meningkat

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 18:51 WIB

Nekat Seberangi Rel, Pejalan Kaki Tertemper KRL di Dekat Stasiun Karet

Nekat Seberangi Rel, Pejalan Kaki Tertemper KRL di Dekat Stasiun Karet

News | Senin, 21 September 2026 | 18:50 WIB

Menkeu Suahasil Tegaskan Pelantikan Pejabat Era Purbaya Tetap Sah

Menkeu Suahasil Tegaskan Pelantikan Pejabat Era Purbaya Tetap Sah

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:48 WIB

Dipimpin Dasco, DPR-Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Lanjut ke Paripurna

Dipimpin Dasco, DPR-Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Lanjut ke Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation Harian

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation Harian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 18:45 WIB

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:42 WIB

Tim Tenis Indonesia Tunduk 0-4 dari Rumania di Ajang Piala Davis 2026

Tim Tenis Indonesia Tunduk 0-4 dari Rumania di Ajang Piala Davis 2026

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB

Ulasan Your Lie in April: Tentang Belajar Hidup sebelum Semuanya Terlambat

Ulasan Your Lie in April: Tentang Belajar Hidup sebelum Semuanya Terlambat

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB

Polda Metro Usut Kasus Mafia Tanah PTSL Bogor: Beda dengan KPK

Polda Metro Usut Kasus Mafia Tanah PTSL Bogor: Beda dengan KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 18:36 WIB

×