Aung San Suu Kyi Salah Satu Pembasmi Etnis Terbesar dalam Sejarah

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 07 Oktober 2017 | 08:20 WIB
Aung San Suu Kyi Salah Satu Pembasmi Etnis Terbesar dalam Sejarah
Seorang demonstran di Iran membawa poster Aung San Suu Kyi dalam demonstrasi memprotes kekerasan terhadap warga minoritas Rohingya di Myanmar di depan kantor perwakilan PBB di Teheran pada 10 September lalu. [AFP/Atta Kenare]

Suara.com - Bob Geldof, seorang seniman dan aktivis terkemuka asal Irlandia, mengecam Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebagai "autokrat yang yang menghina kemanusian". Ia juga menyebut Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, Sebagai "salah satu pembasmi etnis terbesar di planet kita."

Berbicara di ajang konferensi One Young World di Bogota, ibu kota Kolombia, Geldof mengaku muak dengan apa yang terjadi di dunia saat ini dan ia merasa jijik melihat para pemimpin dunia yang bertanggung jawab atas hal itu.

"Saya muak melihat Putin. Saya muak akan Xi Jinping. Saya muak pada Trump. Saya muak akan Erdogan," beber Geldof, Jumat (6/10/2017) di hadapan 1.400 pemimpin muda dunia dari 196 negara.

Hadir dalam acara itu empat penerima hadiah Nobel Perdamaian yakni Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan, wartawan Yaman, Tawakkol Karman, dan ekonom Banglades, Muhammad Yunus.

"Saya muak bahwa di panggung ini ada beberapa orang besar yang telah berjuang untuk keadilan, perdamaian, dan kesetaraan di dunia. Dan salah satu dari kumpulan mereka di Myanmar telah menghina mereka, melecehkan mereka semua yang telah menerima anugerah terhebat di dunia dengan menjadi salah satu pembasmi etnis terbesar di planet kita. Ini memalukan," lanjut Geldof.

Kecaman Geldof ini adalah serangan terbaru terhadap Suu Kyi, politikus Myanmar berusia 72 tahun yang pada 1991 menerima Nobel Perdamaian.

Suu Kyi dikecam karena tak berani bersuara menentang pembasmian etnis minoritas Rohingya oleh pemerintah Myanmar di negara bagian Rakhine. Padahal PBB sudah secara gamblang menegaskan bahwa yang terjadi di Myanmar adalah pembersihan etnis yang dilakukan secara sistematis.

Sekitar 500.000 ribu warga dari etnis Rohingya yang beragama Islam meninggalkan Myanmar dan mengungsi di Banglades pada September lalu. Mereka bercerita tentang kekejaman para tentara Myanmar yang membakar dan menjarah desa-desa, membunuhi suami dan anak-anak mereka, dan memperkosa istri serta anak-anak perempuan mereka.

Pemerintah Myanmar selalu membantah kekejian ini dan pada pekan lalu mengatakan bahwa "tak ada pembersihan etnis atau genosida di Myanmar".

Kepada para peserta One Young World, Geldof berpesan bahwa mereka perlu "terlibat dalam membangun struktur serta gagasan baru" agar mereka bisa melewati abad ini.

"Dunia kita semakin berbahaya dari hari ke hari. Perubahan bisa datang dari mana saja, bentuknya bisa baik atau bahkan buruk. Tetapi perubahan yang baik harus memenuhi kebutuhan dari masyarakat," tutup dia. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:49 WIB

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:13 WIB

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:07 WIB

Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand

Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:49 WIB

Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026

Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 06:08 WIB

Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar

Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar

News | Senin, 09 Februari 2026 | 19:11 WIB

Indonesia Awali BATC 2026 dengan Kemenangan Telak 5-0 atas Myanmar

Indonesia Awali BATC 2026 dengan Kemenangan Telak 5-0 atas Myanmar

Sport | Rabu, 04 Februari 2026 | 10:58 WIB

Padahal Berlatar Myanmar, Syuting Film Extraction: Tygo di Jakarta Bikin Macet dan UMKM Rugi

Padahal Berlatar Myanmar, Syuting Film Extraction: Tygo di Jakarta Bikin Macet dan UMKM Rugi

Entertainment | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:56 WIB

Syutingnya Bikin Tangerang Macet Total, Film Lisa BLACKPINK Ternyata Berlatar Myanmar

Syutingnya Bikin Tangerang Macet Total, Film Lisa BLACKPINK Ternyata Berlatar Myanmar

Entertainment | Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:52 WIB

Nyalip Tak Hati-hati, Calya Disopiri Mahasiswa Myanmar Seruduk Minitrans di Duren Tiga

Nyalip Tak Hati-hati, Calya Disopiri Mahasiswa Myanmar Seruduk Minitrans di Duren Tiga

News | Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:46 WIB

Terkini

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:46 WIB

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:35 WIB

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:29 WIB

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:28 WIB

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB