Betapa Sulitnya Jurnalis Asia Mengungkap Isu Keagamaan

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 17 Oktober 2017 | 13:07 WIB
Betapa Sulitnya Jurnalis Asia Mengungkap Isu Keagamaan
“Conference on Religion Juournalism” yang digelar The International Association of Religion Journalists (IARJ), Serikat Jurnalis untuk Keberaagaman (SEJUK) dan Universitas Media Nusantara (UMN), Selasa (16/10/2017). [Suara.com/Pebriansyah Ariefana]

Suara.com - Jurnalis di belahan dunia mempunyai cara beragam dalam memberitakan isu keberagaman. Seperti di Indonesia, negara lain pun masih menganggap isu keagamaan sebagai hal yang harus hati-hati untuk diberitakan.

Hal itu terungkap dalam “Conference on Religion Juournalism” yang digelar The International Association of Religion Journalists (IARJ), Serikat Jurnalis untuk Keberaagaman (SEJUK) dan Universitas Media Nusantara (UMN).

Puluhan jurnalis dari berbagai negara mengikuti diskusi yang digelar di UMN sejak Selasa hingga Kamis (17-19/10/2017). Sementara jurnalis dari Indonesia yang mengikuti acara itu sebanyak 15 orang, termasuk jurnalis Suara.com.

Satu topik yang dibahas dalam diskusi itu adalah, kebijakan media di negara-negara Asia dalam memberikan label terhadap kelompok tertentu. Salah satunya adalah, label ekstremis yang disematkan pada kelompok yang melakukan kekerasan berbungkus ajaran agama.

Jurnalis News on Sunday Pakistan, Waqar Gillani, bercerita di negaranya sangat berhati-hati memberikan label ekstremis pada kelompok tertentu yang berbasis keagamaan.

Gillani mengatakan, jika tidak hati-hati memberikan label ekstremis, jurnalis akan mendapatkan tekanan dari kelompok yang dinilai intoleran itu.

Sementara jurnalis lepas dari Filipina, Isabel Templo, mengatakan di negaranya masih bisa melabelkan kelompok tertentu sebagai ekstremis, tapi tidak menghubungkannya dengan kelompok keagamaan. Hal itu berlaku juga saat Kota Marawi diduduki kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan ISIS.

Isabel bercerita, jurnalis Filipina menghadapi tantangan dalam proses peliputan berlatar isu agama. Misalnya tidak mudah dalam menembus narasumber dari pimpinan agama.

"Ada satu gereja menolak wawancara karena saya dari berasal ordo gereja lain. Saya prihatin mengenai akses ini. Tapi untuk sebagian kardinal, terbuka untuk diwawancara. Namun pendekatan yang saya lakukan dengan menyesuaikan penampilan. Misal mewawancara seorang imam (pemuka agama Islam) dengan menggunakan kerudung," terangnya.

Jurnalis lainnya yang bercerita adalah jurnalis media daring berbasis di Malaysia, yakni Malay Mail Online.

Zurairi  Abd Rahman, jurnalis Malay Mail Online, mengungkapkan jurnalis di Malaysia sangat berhati-hati dalam membuat artikel mengenai isu keagamaan. Pers di sana jarang memberikan label semisal ekstremis terhadap kelompok tertentu.

"Kadang kami menggunakan kata fighter (pejuang) untuk orang Malaysia yang pergi ke Suriah (bergabung dengan ISIS)," tuturnya. (Suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jurnalis Internasional Bahas "Jurnalisme Agama" di Indonesia

Jurnalis Internasional Bahas "Jurnalisme Agama" di Indonesia

News | Selasa, 17 Oktober 2017 | 10:04 WIB

Ini Alasan Syofiardi Bachyul Maju Jadi Caketum AJI Indonesia

Ini Alasan Syofiardi Bachyul Maju Jadi Caketum AJI Indonesia

News | Minggu, 15 Oktober 2017 | 06:06 WIB

SINDIKASI Serukan Kerja dan Upah Layak bagi Freelancer

SINDIKASI Serukan Kerja dan Upah Layak bagi Freelancer

Bisnis | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 20:30 WIB

Wartawatinya Tewas Usai Dipaksa Lembur 159 Jam, NHK Minta Maaf

Wartawatinya Tewas Usai Dipaksa Lembur 159 Jam, NHK Minta Maaf

News | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 15:53 WIB

Pertunjukan Wayang Jurnalis

Pertunjukan Wayang Jurnalis

Foto | Minggu, 01 Oktober 2017 | 21:12 WIB

Tak Ada Toleransi Bagi Prajurit yang Melanggar Hukum ke Jurnalis

Tak Ada Toleransi Bagi Prajurit yang Melanggar Hukum ke Jurnalis

News | Senin, 25 September 2017 | 14:38 WIB

Prajurit TNI Harus Pahami Isi Perjanjian TNI dengan Dewan Pers

Prajurit TNI Harus Pahami Isi Perjanjian TNI dengan Dewan Pers

News | Senin, 25 September 2017 | 14:11 WIB

Jurnalis India dan Ibunya Tewas Dibunuh

Jurnalis India dan Ibunya Tewas Dibunuh

News | Minggu, 24 September 2017 | 06:41 WIB

AJI: Rezim Jokowi Bubarkan Seminar, Indonesia Darurat Demokrasi

AJI: Rezim Jokowi Bubarkan Seminar, Indonesia Darurat Demokrasi

News | Minggu, 17 September 2017 | 15:06 WIB

AJI Optimis Menang Banyak Jika Kasus Dandhy Diteruskan

AJI Optimis Menang Banyak Jika Kasus Dandhy Diteruskan

News | Minggu, 17 September 2017 | 13:31 WIB

Terkini

Kenapa Pengumuman Sidang Isbat Sering Molor? Ini Penjelasan Kementerian Agama

Kenapa Pengumuman Sidang Isbat Sering Molor? Ini Penjelasan Kementerian Agama

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:57 WIB

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:51 WIB

Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik

Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:38 WIB

Korlantas Ungkap Penyebab Macet Panjang di Tol Japek dan MBZ Hari Ini

Korlantas Ungkap Penyebab Macet Panjang di Tol Japek dan MBZ Hari Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:35 WIB

Momen Hangat di Penghujung Ramadan: Prabowo Sambut Megawati di Istana, Bahas Apa?

Momen Hangat di Penghujung Ramadan: Prabowo Sambut Megawati di Istana, Bahas Apa?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:29 WIB

Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret

Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:21 WIB

Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026

Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:15 WIB

Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI

Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:57 WIB