Suara.com - Serikat pekerja dan Badan Eksekutif Mahasiswa mendesak Presiden Joko Widodo menemui mereka di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (20/10/2017). Presiden diharapkan mendengarkan aspirasi mereka tepat pada momentum tiga tahun usia Kabinet Kerja.
"Pak Jokowi, temui kami. Kami ada di depan Istana sekarang. Sudah tiga tahun pak Jokowi memimpin," ujar koordinator aksi dari Universitas Riau, Rinaldi Pare.
Massa berkumpul di depan Istana sekitar pukul 15.40 WIB. Mereka membawa berbagai atribut dan spanduk. Di antaranya, bertuliskan "Hentikan Subsidi Rakyat Untuk Bahan Bakar Minyak dan Listrik."
"Kami minta seluruh kebijakan ekonomi kini hanya merugikan dan menindas rakyat. Banyak defisit anggaran, sampai hutang negara semakin banyak," kata Rinaldi.
Rinaldi juga mengkritik supremasi hukum di negeri ini yang menurutnya masih lemah.
"Kita juga masih punya masalah supremasi hukum diIndonesia yang masih lemah. Ini harus di harus diperhatikan Pak Jokowi," ujar Rinaldi.
Sore ini, jumlah massa yang datang terus bertambah.
Aksi tersebut mendapatkan penjagaan ketat dari aparat keamanan.
Massa yang datang, antara lain dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia, Front Perjuangan Rakyat, dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia.
Hari ini, Presiden Jokowi tengah melakukan kunjungan kerja ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dengan demikian, Presiden tidak bisa memenuhi tuntutan demonstran.
Presiden ke Lombok Tengah didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.