Tak Tegas Bikin TGPF Kasus Novel, Pimpinan KPK Dinilai Tak Vokal

Ririn Indriani | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 04 November 2017 | 17:19 WIB
Tak Tegas Bikin TGPF Kasus Novel, Pimpinan KPK Dinilai Tak Vokal
Gedung KPK (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Danhil Anzar Simanjuntak mengkritik sikap Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak tegas. Dia menilai Agus Rahardjo dan kawan-kawannya cenderung tidak berani ketika berhadapan dengan kepolisian.

"Ini kok aneh pimpinan KPK nggak vokal sekarang kalau berhadapan sama polisi, ada kecenderungan nggak berani," katanya di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2017).

Danhil mengatakan dalam menyelesaikan kasus Novel Baswedan, seharusnya pimpinan KPK yang berada paling depan untuk mendorong pembentukan Tim Gabungan Pemcari Fakta. Sebab, Novel Baswedan adalah pegawai KPK yang berada di bawah naungan kelima pimpinan tersebut.

"Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sikapnya harus terang, itu anak buahnya, menyampaikan ke Presiden, bentuk TGPF, ini sudah nggak normal, belum sepakat dorong TGPF," tegasnya.
 
Karena sikap pimpinan KPK tersebut, Danhil dan kawan-kawan yang konsen dalam kasus Novel ini berjuang secara langsung menemui tokoh-tokoh penting. Seperti sebelumnya Danhil langsung bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas pembentukan TGPF tersebut.

"Pak JK sebutkan, saya banyak komunikasi intens, hasilnya seperti apa belum tahu, kami harap presiden bisa bentuk TGPF. Jangan sampai diterjemahkan oleh polisi bahwa ini penghinaan, jangan, ini bantuan penuntasan janji Pak Tito," katanya.

Sepaham dengan Danhil, Ketua Bidang Advokasi Lembaga Bantuan Hukum M Isnur mengatakan pimpinan KPK saat ini tidak melindungi pegawainya. Padahal pimpinan sebelumnya sangat melindungi pegawai apalagi penyidiknya.

"Kami dorong sebenarnya internal KPK, gimana mau dorong lembaga lain, kalau pimpinan KPK nggak mau lindungi anak buah dengan maksimal. Pimpinan sebelumnya, protek habis Novel," kata Isnur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyerang Novel Baswedan Belum Terungkap, Apa Kata Polri?

Penyerang Novel Baswedan Belum Terungkap, Apa Kata Polri?

News | Sabtu, 04 November 2017 | 14:17 WIB

Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris

Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris

News | Sabtu, 04 November 2017 | 13:59 WIB

Pemuda Muhammadiyah Endus Ada Kekuatan di Balik Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Endus Ada Kekuatan di Balik Kasus Novel

News | Sabtu, 04 November 2017 | 13:38 WIB

Terkini

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB