Penyerang Novel Baswedan Belum Terungkap, Apa Kata Polri?

Ririn Indriani, Nikolaus Tolen

Sabtu, 04 November 2017 | 14:17 WIB
Penyerang Novel Baswedan Belum Terungkap, Apa Kata Polri?
Diskusi bertajuk Kasus Novel Setelah 200 Hari di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2017) [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Kepolisian Republik Indonesia mengakui identitas dua orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan Novel Baswedan pada tanggal 11 April 2017 belum terungkap. Meski begitu, Penyidik Polda Metro Jaya dan dibantu oleh Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri tersebut terus bekerja keras untuk menuntaskannya.

"Belum terungkapnya kasus-kasus tersebut bukan berarti  karena penyidik tidak bekerja atau tidak serius mengungkap, namun kendala teknis yang ditemukan di lapangan sering membuat proses penyidikan menemui jalan buntu. Dan ini bisa membuat penyidik harus kembali ke proses awal lagi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto, Sabtu (4/11/2017).

Ia mengatakan penyelidikan kasus Novel masih menjadi pekerjaan rumah Penyidik Polda Metro Jaya. Sebab, hingga hari ke-206 saat ini, identitas pelaku penyerangan dengan siraman air keras tersebut belum juga diketahui.

"Masalah yang menimpa Novel Baswedan masih merupakan Pekerjaan rumah bagi penyidik Polda Metro Jaya," imbuh Rikwanto.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam mengungkap kasus, Kepolisian biasanya menggunakan dua teknik andalannya, yakni teknik deduktif dan induktif. Teknik induktif yaitu penyidikan berangkat dari tempat kejadian perkara.

Hasil olah tempat kejadian perkara dijadikan bahan untuk membuka peristiwa yang terjadi sebenarnya. Tentunya, lanjut Rikwanto, di tambah dengan saksi-saksi yang bisa di dapatkan.

"Sedangkan deduktif, penyidik berangkat dari motif yang diduga melatarbelakanginya, kemudian mencari benang merah siapa saja kira-kira yang diduga ada kaitannya dengan kejadian tersebut," terangnya merinci.

Mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya tersebut mengatakan dua cara tersebut sangat efektif untuk mengungkap kasus pidana yang terjadi. Namun, kata dia, banyak peristiwa pidana yang terjadi di lapangan, yang karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda dalam pengungkapannya.

"Dan ini terjadi pada banyak kasus yang ditangani  penyidik, tidak terkecuali untuk kasus yang menimpa Novel Baswedan," jelas Rikwanto.

Ia mencontohkan dua kali kasus bom meledak di Kedutaan Besar RI pada 2004 dan 2012 di Paris, Prancis. Rikwanto mengatakan sampai saat ini dua kasus tersebut belum juga terungkap.

Padahal polisi Prancis sudah  bekerja keras dan sistem CCTV kota Paris tergolong canggih pada waktu itu. "Kasus lainnya adalah kasus penembakan anggota Provost Polri di jalan HR Rasuna Said Kuningan, penembakan anggota Polri di daerah Ciputat, dan beberapa kasus perampokan dan  kasus pembunuhan, banyak yang belum terungkap," urai Rikwanto panjang lebar.

Meski demikian ia  yakin bahwa suatu saat identitas kedua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan pasti akan terungkap.

"Pengungkapan suatu perkara pidana, kadangkala hanya masalah waktu saja. Ada yang cepat, ada yang cukup lama,  bahkan ada yang lama sekali baru terungkap, karena tingkat kesulitannya  yang berbeda satu sama lain," sambung Rikwanto.

Ia mengatakan polisi akan terus bekerja, termasuk meminta informasi dari masyarakat. Termasuk juga dari Novel Baswedan sebagai korban.

"Penyidik Polda Metro Jaya dibantu Bareskrim Polri sampai saat ini masih terus berupaya mengungkap dan akan terus  mencari pelaku penyiraman terhadap NB dan sekaligus, juga berharap ada masukan informasi yang signifikan dari masyarakat, dari korban sendiri atau dari pihak manapun, untuk bisa dijadikan bahan dalam  mengungkap kasus tersebut," kata Rikwanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris

Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris

News | Sabtu, 04 November 2017 | 13:59 WIB

Pemuda Muhammadiyah Endus Ada Kekuatan di Balik Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Endus Ada Kekuatan di Balik Kasus Novel

News | Sabtu, 04 November 2017 | 13:38 WIB

Polisi Sudah Periksa 60 Saksi, Kasus Novel Masih Gelap

Polisi Sudah Periksa 60 Saksi, Kasus Novel Masih Gelap

News | Sabtu, 04 November 2017 | 12:32 WIB

Terkini

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:49 WIB

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×