Array

'Orang Ahok' Dijadikan Staf, Taufik: Rustam Effendi Bagus

Senin, 06 November 2017 | 13:31 WIB
'Orang Ahok' Dijadikan Staf, Taufik: Rustam Effendi Bagus
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik [suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Salah satu mantan pejabat DKI Jakarta di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rustam Effendi dijadikan staf khusus gubernur. Rustam adalah mantan Wali Kota Jakarta Utara.

stigma 'staf' di kalangan Balai Kota Jakarta berkonotasi negatif. Menjadi 'staf' artinya tidak mempunyai kekuasaan untuk pengambilan kebijakan. Terlebih, jika mantan pejabat dijadikan staf.

Rustam dalam hal ini dijadikan staf khusus oleh Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno. Hanya saja menurut Wakil Ketua DPRD Jakarta Mohamad Taufik stigma negatif staf belum tentu benar. Menjadi staf, belum tentu karena mempunyai kinerja buruk.

Rustam akan membantu pemerintahan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga selama lima tahun kedepan. Rustam akan ditempatkan di pos pengaduan masyarakat di Balai Kota.

"Nggak apa-apa bagus dong. Berarti ada (nilai positif). Kan belum tentu tidak baik orang yang dulu dipinggirkan Pak Ahok," ujar Taufik di rumah dinas Ketua DPRD Jakarta, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2017).

Taufik menilai Anies dan Sandiaga punya penilaian sendiri dalam mengangkat PNS DKI. Menurutnya, Rustam memiliki kinerja baik selama menjabat sebagai wali kota.

"Saya kenal Rustam ya. Dia bagus, kemudian dengan publik baik, dengan masyarakat baik. Bagus dia ketika jadi wali kota Jakarta Utara," kata Taufik.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini memberikan sinyal akan ada banyak PNS yang pernah distafkan Ahok untuk diangkat membantu pemerintahan Anies dan Sandiaga.

"Nggak ada masalah mau diangkat lagi. Saya kira yang baik-baik perlu diangkat. Saya nggak hafal (siapa saja PNS yang akan diangkat lagi)," kata dia.

Baca Juga: Mundur di Zaman Ahok, Rustam Effendi Diangkat Sandiaga Lagi

Rustam mengundurkan diri sebagai Wali Kota Jakarta Utara pada 2016. Saat itu ia berseteru dengan Ahok. Sampai sekarang belum jelas betul apa alasan Rustam mundur pada waktu itu. Tetapi, sebelum mundur, dia mengeluhkan gaya kepemimpinan Ahok dan menuliskan isi hatinya di Facebook. Rustam mengeluh karena Ahok menuduhnya bersekongkol dengan Yusril Ihza Mahendra (ketika itu bakal calon gubernur).

Ketika itu, Ahok menilai Rustam tidak bekerja cepat dengan menertibkan kawasan kumuh di sepanjang kolong jalan tol Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Ahok juga menilai Rustam tidak segera menangani kawasan yang sering banjir di Jakarta Utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI