Paus Fransiskus Diminta Tak Gunakan Istilah 'Rohingya'

Reza Gunadha

Kamis, 09 November 2017 | 08:47 WIB
Paus Fransiskus Diminta Tak Gunakan Istilah 'Rohingya'
Paus Fransiskus menyapa umat Katolik di Vatikan seusai menggelar misa kanonisasi penobatan Teresa dari Kalkuta sebagai santa pada Minggu (4/9) [AFP/Andreas Solaro].

Suara.com - Uskup senior Myanmar meminta Paus Fransiskus tak menggunakan diksi "Rohingya", selama mengunjungi negeri itu pada November 2017.

Sri Paus, seperti dilansir Bangkok Post, Rabu (8/11/2017), berencana mengunjungi Myanmar untuk membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan setelah militer negeri itu mempersekusi komunitas muslim Rohingya di wilayah Rakhine sejak Agustus lalu.

Paus Fransiskus melawat ke Myanmar selama tiga hari, yakni sejak tanggal 27 hingga 30 November. Setelahnya, ia akan ke Bangladesh, menemui 600.000 warga Rohingya yang mengungsi. Hari pertama kunjungannya ke Myanmar, Sri Paus akan menemui Konselor Negara Aung San Suu Kyi.

"Paus Fransiskus datang untuk memberikan bantuan kepada minoritas Muslim. Dia sudah mengatakan kepada kami, bahwa mereka (Rohingya) adalah orang-orang yang menderita dan membutuhkan pertolongan sekarang," kata Kardinal Gereja Katolik Roma di Myanmar, Charles Maung Bo.

Sri Paus, kata dia, selalu menggunakan kata "Rohingya" dalam setiap kesempatan mengampanyekan bantuan kemanusiaan dan penyelesaian krisis di Myanmar.

Tapi, kata Kardinal Maung Bo, Konselor Suu Kyi telah meminta para pemimpin asing untuk tidak menggunakan istilah Rohingya, karena menurutnya itu adalah bentuk inflamasi alias penghasutan.

Bo, yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus pada tahun 2015 sebagai kardinal pertama dan satu-satunya di Myanmar, mengatakan pemimpin gereja di negara tersebut telah menasihati dirinya untuk meminta Sri Paus menghindari diksi tersebut.

"Permintaan dari gereja setempat sudah kami sampaikan kepada Sri Paus. Saya sendiri tak tahu, apakah Sri Paus akan mengindari atau tetap menggunakan diksi itu ketika berkunjung ke sini," tuturnya.

Walaupun nantinya Sri Paus tetap menggunakan istilah "Rohingya", Kardinal Maung Bo meminta pemerintah maupun pihak yang anti-Rohingya tak menilai secara politis.

baca juga

"Sri Paus pasti menggunakan istilah 'Rohingya' untuk mengidentifikasi suatu kaum yang mereka sendiri menyebut diri seperti itu. Ini harus dihormati," terangnya.

Untuk diketahui, mayoritas warga Myanmar tak mau menyebut komunitas di Rakhine dengan sebutan "Rohingya". Bagi mereka, orang-orang itu adalah imigran ilegal dari Bangladesh.

Sebabnya, dalam konsensus nasional, Myanmar hanya mengidentifikasi dan mengakui 135 suku bangsa dan tak termasuk Rohingya.

Sementara Paus Fransiskus, selama ini dikenal sebagai seorang tokoh yang selalu mengampanyekan keberpihakan kepada Rohingya. Ia menilai, komunitas tersebut ditindas pemerintah dan militer Myanmar hanya karena berbeda keyakinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diserang Gizi Buruk, Etnis Rohingya Kelaparan dan Ketakutan

Diserang Gizi Buruk, Etnis Rohingya Kelaparan dan Ketakutan

News | Minggu, 05 November 2017 | 08:20 WIB

Uni Eropa Resmi Akui Rohingya Tengah Alami Pembersihan Etnis

Uni Eropa Resmi Akui Rohingya Tengah Alami Pembersihan Etnis

News | Minggu, 05 November 2017 | 06:55 WIB

Aung San Suu Kyi Akhirnya Kunjungi Daerah Konflik Rakhine

Aung San Suu Kyi Akhirnya Kunjungi Daerah Konflik Rakhine

News | Kamis, 02 November 2017 | 13:15 WIB

Myanmar Tahan Jurnalis Asing karena Terbangkan drone

Myanmar Tahan Jurnalis Asing karena Terbangkan drone

News | Minggu, 29 Oktober 2017 | 06:12 WIB

Paus kepada Astronot: Kamu Menatap Bumi dari Mata Allah

Paus kepada Astronot: Kamu Menatap Bumi dari Mata Allah

Tekno | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 06:49 WIB

Krisis Rohingya, Israel Tetap Jual Senjata ke Militer Myanmar

Krisis Rohingya, Israel Tetap Jual Senjata ke Militer Myanmar

News | Selasa, 24 Oktober 2017 | 11:32 WIB

AI: Tentara Myanmar Membunuh dan Memperkosa Etnis Rohingya

AI: Tentara Myanmar Membunuh dan Memperkosa Etnis Rohingya

News | Kamis, 19 Oktober 2017 | 06:03 WIB

12 Rohingya Tenggelam saat Mengungsi, 6 di Antaranya Anak-Anak

12 Rohingya Tenggelam saat Mengungsi, 6 di Antaranya Anak-Anak

News | Rabu, 18 Oktober 2017 | 05:37 WIB

Menlu Retno: Media Harus Promosikan Pola Pikir Damai ke Publik

Menlu Retno: Media Harus Promosikan Pola Pikir Damai ke Publik

News | Selasa, 17 Oktober 2017 | 20:31 WIB

Menlu: Dialog Antarumat Beragama 'DNA' Diplomasi Indonesia

Menlu: Dialog Antarumat Beragama 'DNA' Diplomasi Indonesia

News | Selasa, 17 Oktober 2017 | 16:29 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×