Array

Novanto Cepat Ditangani, Gerindra Tak Heran Ada Tebang Pilih

Jum'at, 10 November 2017 | 12:17 WIB
Novanto Cepat Ditangani, Gerindra Tak Heran Ada Tebang Pilih
Anggota Komisi III DPR dari Gerindra Muhammad Syafi'i [suara.com/Bagus Santosa]
Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Muhammad Syafi'i tidak heran dengan indikasi aparat penegak hukum tebang pilih dalam memproses laporan.

"Kalau aparat penegak hukum pilih tebang itu juga sesuatu yang tidak saya herankan. Itu memang sudah menjadi kelakuan aparat hukum kita. Hukum seperti pisau tajam kebawah tumpul keatas," kata Syafi'i kepada Suara.com, Jumat (10/11/2017).

Pernyataan Syafi'i untuk menanggapi sikap kepolisian yang tergolong cepat menindaklanjuti laporan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terhadap para penyebar meme bergambar Novanto saat berada di rumah sakit. Sementara beberapa laporan dari Partai Gerindra, termasuk soal ujaran kebencian kepada Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto, dan laporan dugaan ujaran kebencian terhadap sejumlah partai politik yang dilakukan Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat Victor Laiskodat belum ditindaklanjuti.

"Apa bedanya ini dengan Jonru? Itu orang kecil nggak punya kekuatan ditangkap. Sementara orang besar seperti Victor Laiskodat, tapi Victor kan orang besar. Kita kan tahu siapa di belakang Victor. Dia Ketua Fraksi Nasdem. Nasdem itu kan kadernya Jaksa Agung. Jadi kalau Victor seperti itu ya mereka kan punya Jaksa Agung," tutur Syafi'i.

"Sementara Jonru nggak punya siapa-siapa. Itu memang sudah fakta yang saya nggak heran sedikitpun kalau aparat hukum kita melakukan pilih tebang - pilih tebang seperti itu," Syafi'i menambahkan.

Bagi Syafi'i, wajah penegakan hukum di Indonesia saat ini menyedihkan.

"Coba saja bayangkan ada orang di Jakarta yang kampanye Anies-Sandi, angkat parang. Teriak Allahu Akbar, ditangkap. Sementara yang ngejar-ngejar Fahri Hamzah di Sulawesi Utara kan angkat parang juga. Fahri itu pejabat negara lho. Lalu yang ngepung pesawat Zulkarnain pakai senjata tajam ada nggak proses hukumnya? Itu nggak ada," tutur Syafi'i.

Syafi'i wajah menggambarkan penegakan hukum di Indonesia bukan soal benar atau salah, bukan soal baik atau buruk. Tapi soal siapa kuat, siapa yang punya uang, katanya.

"Kalau kalian punya uang, kalian akan diperlakukan secara baik. Kalau tidak punya uang, tidak punya kekuasaan, meskipun benar kalian akan menderita di negeri ini. Maka itulah saya bercita-cita mengganti presiden dengan Prabowo," kata Syafi'i.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI