Array

Dedi Mulyadi cs Temui JK Minta Gelar Munaslub Ganti Setnov

Rabu, 22 November 2017 | 18:20 WIB
Dedi Mulyadi cs Temui JK Minta Gelar Munaslub Ganti Setnov
Ketua DPD I atau tingkat provinsi Golkar menghadap Wakil Presiden Jusuf Kalla. (suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Gejolak terjadi di internal partai Golkar pasca Setya Novanto ditahan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik. ‎Banyak kader dan pengurus Golkar di daerah mendesak agar Novanto dilengserkan jabatan Ketua Umum.

Bahkan para Ketua DPD I atau tingkat provinsi Golkar menghadap Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediamannya pada Selasa (21/11/2017) kemarin malam. Para pimpinan DPD Golkar tingkat satu itu menghadap JK sebagai senior untuk konsultasi mengenai langkah-langkah penyelamatan partainya.

Di antara yang hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi tidak mendapatkan dukungan DPP Golkar untuk maju menjadi calon gubernur Jawa Barat.

Salah satunya adalah mengenai harus dilakukan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk mengganti Novanto yang kini menjadi tahanan KPK.

"Kesepakatan kemarin malam di kediaman dinas Wapres, kami menyampaikan keinginan untuk munaslub dilaksanakan akhir November," kata Wisnu Suhardono, Ketua DPD I Golkar Jawa Tengah‎ dalam sebuah diskusi bertema Partai Golkar Mencari Pemimpin Baru di Sekretariat Kosgoro 1957, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017).

Hasil kesepakatan antara pengurus DPD I dengan JK itu akan segera disampaikan ke DPP‎ Golkar untuk direalisasikan. Ia mendesak DPP Golkar segera menyelenggarakan Munaslub untuk mengganti Novanto.

"Nanti kami sampaikan ke DPP, kalau DPP nggak bisa (menyelenggarakan Munaslub), kami para DPD I yang akan menyelenggarakan," ujar dia.

Wisnu mengkritik DPP Golkar dibawah kepemimpinan Novanto selama ini yang selalu mendikte pengurus-pengurus Golkar di daerah. Ke depan, kata dia, DPD lah yang harus mengoreksi DPP, bukan sebaliknya.

"Jangan ada lagi DPD I dikumpulkan oleh DPP, didikte. Tetapi DPD lah yang mengoreksi DPP," kata dia.

Baca Juga: Golkar Akui Kasus Korupsi Setnov Berdampak Negatif untuk Partai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI