Cekcok Mulut soal Anti Muslim, Trump Batal Kunker Bareng PM May

Reza Gunadha

Jum'at, 01 Desember 2017 | 11:14 WIB
Cekcok Mulut soal Anti Muslim, Trump Batal Kunker Bareng PM May
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May. [AFP]

Suara.com - Rencana kunjungan kerja Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May, ke negara-negara yang tergabung dalam Kerajaan Britania Raya, Januari 2018, mendadak dibatalkan.

Pembatalan rencana kunker bersama tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (1/12/2017), disebabkan percekcokan mulut antarkedua pemimpin negara itu.

“Perseteruan tak biasa antara dua sekutu ini menimbulkan desakan dari politikus berbagai spektrum di Inggris, untuk membatalkan kunjungan (Trump) itu. Akhirnya, seorang Sumber di kedutaan AS mengonfirmasi mereka membatalkan kunjungan,” tulis surat kabar harian Inggris, Telegraph, Kamis (30/11).

AS disebut mengkhawatirkan kedatangan Trump ke wilayah Inggris, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales tersebut, bakal disambut demonstrasi besar-besaran, sehingga membatalkan kunker tersebut.

Perselisihan keduanya itu bermula ketika Turmp menyebar ular video dan tulisan tentang anti-Muslim melalui akun Twitter miliknya, Rabu (29/11). Video dan tulisan itu kali pertama disebar oleh pemimpin kelompok fasis First Britain, Jayda Fransen.

Aksi Trump di dunia maya itu membangkitkan amarah publik dunia, termasuk PM May. Bahkan, May menilai perbuatan Trump itu salah.

Apalagi, Fransen di Inggris tengah menghadapi tuntutan hukum karena diduga menyebar ujaran kebencian terhadap umat Muslim dan imigran.

 “Adalah hal yang salah bagi seorang presiden untuk melakukan hal seperti ini,” kata juru bicara resmi May mengutip pernyataan sang bos.

Sebaliknya, Trump—lagi-lagi melalui Twitter—menyanggah dan menyerang PM May yang mengkritiknya.

baca juga

"@Theresa_May, jangan fokus kepadaku, tapi fokuslah pada terorisme Islam radikal yang ada di Kerajaan Britania Raya. Kami (AS) baik-baik saja!” tulis Trump.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Trump Ikut Sebarkan Video Anti-Islam, Inggris Marah

Trump Ikut Sebarkan Video Anti-Islam, Inggris Marah

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 03:31 WIB

Cerita Bahtiyar, Eks Pegawai Twitter yang Tutup Akun Trump

Cerita Bahtiyar, Eks Pegawai Twitter yang Tutup Akun Trump

Tekno | Kamis, 30 November 2017 | 19:14 WIB

Perkembangan Kecerdasan Buatan Tak Bisa Dibendung

Perkembangan Kecerdasan Buatan Tak Bisa Dibendung

Tekno | Kamis, 30 November 2017 | 18:23 WIB

Re-tweet Kicauan Anti-Islam, Trump Serang Balik PM Inggris

Re-tweet Kicauan Anti-Islam, Trump Serang Balik PM Inggris

Tekno | Kamis, 30 November 2017 | 16:55 WIB

PM Inggris Kecam Presiden Trump yang Sebar Video Anti Muslim

PM Inggris Kecam Presiden Trump yang Sebar Video Anti Muslim

News | Kamis, 30 November 2017 | 12:41 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×