Kemendagri Nilai Jumlah Tim Gubernur di Era Anies Tak Ideal

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 06 Desember 2017 | 13:36 WIB
Kemendagri Nilai Jumlah Tim Gubernur di Era Anies Tak Ideal
Sumarsono [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono menilai jumlah Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan 73 orang terlalu banyak.

Ia menilai tim tersebut idealnya hanya 45 orang atau sesuai dengan sebelumnya. Yakni, 25 orang fokus di wilayah Jakarta Selatan, Pusat, Barat, Timur, Selatan, dan lima nggota lainnya fokus di Kepulauan Seribu. Kemudian 15 fokus di Pemerintah DKI.

"Logikanya, kalau mau jumlah sebetulnya 45. Kenapa, hitungannya karena pada kabupaten dan ibu kota itu. Lima dikali enam jadi 30, ditambah di sini 15, jadi 45 itu idealnya," ujar Sumarsono di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Sumarsono khawatir dengan jumlah tim pembantu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang besar akan menimbulkan disharmoni.

"Kalau kebanyakan takut terjadi disharmoni dan yang dikhawatirkan adalah bayang-bayang gubernur, bisa ke SKPD-SKPD mengatasnamakan gubernur dan seterusnya. Kadang kala lebih menakutkan dari gubernurnya sendiri," kata dia.

Pejabat eselon I Kemendagri yang akrab disapa Soni itu meminta Anies mematangkan konsep TGUPP. Ia khawatir tugas TGUPP akan sama dengan pekerjaan di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah.

"Maka dia mengisi disela-sela jari menanggani pekerjaan yang secara teknis tidak ditangani oleh SKPD. Sehingga dia menjadi perekat diantara SKPD. Contoh mengelola penataan aset dari WDP menjadi WTP itu problem yang besar sekali butuh penanganan," kata Soni.

"Terus (penanganan) anti corruption terkait pengadaan barang dan jasa, kita nggak ada SKPD antikorupsi. Ok Oce itu bisa dilakukan, jadi harus spesifik. Sehingga penugasannya tidak nabrak," tambah Soni.

Terapi Soni tidak mempersalahkan TGUPP yang akan dibuat Anies dibagi menjadi lima bidang. Kelima bidang itu yakni percepatan pembangunan, bidang pencegahan korupsi, bidang harmonisasi regulasi, bidang pengelolaan pesisir, serta bidang ekonomi dan pembangunan.

baca juga

"Itu pembagian saja, ya boleh, itu adalah grup-grup. Sepertinya sudah sesuai, karena itu harus mengisi celah-celah," katanya.

Saat pembahasan di tingkat Badan Anggaran, TGUPP Anies dan Sandiaga menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan pemerintah DKI menganggarkan Rp28 miliar ke dalam APBD Jakarta 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemendagri Menentang Usul Anies Hapus LPJ Dana Oprasional RT/RW

Kemendagri Menentang Usul Anies Hapus LPJ Dana Oprasional RT/RW

News | Rabu, 06 Desember 2017 | 12:37 WIB

Tak Mau 'Kerja Rodi', Ketua RW Ini Minta Imbalan di Era Anies

Tak Mau 'Kerja Rodi', Ketua RW Ini Minta Imbalan di Era Anies

News | Rabu, 06 Desember 2017 | 12:23 WIB

Harga Masuk Ancol Mahal, Warga Lapor ke Anies

Harga Masuk Ancol Mahal, Warga Lapor ke Anies

News | Rabu, 06 Desember 2017 | 00:34 WIB

Di Depan Anies, Warga Kampung Rawa Minta Dibantu Cari Pekerjaan

Di Depan Anies, Warga Kampung Rawa Minta Dibantu Cari Pekerjaan

News | Rabu, 06 Desember 2017 | 00:05 WIB

Alumni ITB: Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta Selama-lamanya

Alumni ITB: Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta Selama-lamanya

News | Selasa, 05 Desember 2017 | 20:02 WIB

Terkini

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:54 WIB

×