Oknum Polisi Intimidasi Jurnalis di Papua Pakai Gergaji Mesin

Reza Gunadha

Rabu, 06 Desember 2017 | 14:37 WIB
Oknum Polisi Intimidasi Jurnalis di Papua Pakai Gergaji Mesin
Ilustrasi kekerasan jurnalistik. [AJI]

Suara.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan bersikap netral dalam menindak oknum polisi di Papua yang mengintimidasi sejumlah wartawan di Kabupaten Mimika, Papua, Rabu dini hari tadi.

"Kami percaya bahwa polisi akan netral walau yang melakukan anggota sendiri. Kan masyarakat sekarang bisa mengawasi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Rabu.

Setyo menegaskan bahwa polisi dilarang menggunakan senjata ketika menghadapi lawan yang tak bersenjata, seperti kasus intimidasi terhadap para wartawan tersebut dimana mereka tidak bersenjata.

Menurut Setyo, polisi dilengkapi senjata untuk melakukan tugas dalam rangka memberantas kejahatan, termasuk untuk menghadapi ancaman yang seimbang ketika lawan juga menggunakan senjata.

"Senjata juga digunakan untuk berhadapan dengan pelaku tindak pidana, selain itu tidak boleh. Tidak boleh mengancam masyarakat, termasuk wartawan, dengan senjata," kata Setyo.

Dini hari tadi, seorang anggota polisi dari Kepolisian Resor Mimika mendatangi tempat kumpul para wartawan di Jalan Budi Oetomo, Mimika, sambil membawa senjata laras panjang lengkap dengan amunisi dan gergaji mesin.

Anggota polisi berinisial DS tersebut diduga tidak terima sebab sejumlah rekannya, sesama anggota polisi, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap wartawan bernama Saldi Hermanto.

Sejumlah wartawan yang sedang berada di sana bergegas membubarkan diri, dan mereka sempat mendengar anggota polisi tersebut mengaku tidak takut dipecat atas perbuatannya.

DS bahkan berkata ia akan bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata jika nanti dipecat.

baca juga

Tak puas, DS juga merusak meja dan kursi di tempat kumpul wartawan tersebut dengan gergaji mesin.

Sebelumnya, pada 11 November, Saldi Hermanto yang merupakan wartawan Okezone.com yang juga merangkap sebagai redaktur Harian Pagi Salam Papua dikeroyok oleh lebih dari lima orang polisi di dekat pertigaan Jalan Budi Utomo dan Jalan Kartini, Sempan, Timika, sekitar pukul 22.50 WIT.

Malam itu, Saldi bersama anaknya sedang mengunjungi Pasar Malam Timika Indah dan di sana Saldi melihat ada keributan.

Saldi lantas mengkritik aparat polisi yang seharusnya menjaga keamanan area pasar malam lewat akun media sosial Facebook miliknya.

Beberapa anggota Satuan Samapta Bhayakangkara yang tidak terima dengan kritik Saldi kemudian mencari Saldi dan membawanya ke pertigaan jalan tersebut tempat Saldi dikeroyok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Cari Penyebar Informasi Gembong ISIS Bahrun Naim Mati

Polisi Cari Penyebar Informasi Gembong ISIS Bahrun Naim Mati

News | Senin, 04 Desember 2017 | 16:05 WIB

Polri Belum Pastikan Gembong ISIS Bahrun Naim Tewas di Suriah

Polri Belum Pastikan Gembong ISIS Bahrun Naim Tewas di Suriah

News | Senin, 04 Desember 2017 | 15:34 WIB

Demi ISIS di Marawi, Terduga Teroris Nurhadi Titipkan Anak Istri

Demi ISIS di Marawi, Terduga Teroris Nurhadi Titipkan Anak Istri

News | Rabu, 29 November 2017 | 07:13 WIB

Kapolres Kota Surabaya Jadi Humas Mabes Polri

Kapolres Kota Surabaya Jadi Humas Mabes Polri

News | Jum'at, 24 November 2017 | 11:47 WIB

Kemensos Beri Layanan Psikososial ke Korban Penyanderaan di Papua

Kemensos Beri Layanan Psikososial ke Korban Penyanderaan di Papua

News | Minggu, 19 November 2017 | 06:36 WIB

Terkini

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×