Suara.com - Ketika baru tiba di kediaman Habib Rizieq Shihab di Mekkah pada Sabtu (30/12/2017), Ustadz Abdul Somad mencium tangan Rizieq. Rizieq menggenggam tangan Abdul Somad. Dia memeluknya seperti orang yang sudah sekian lama tak jumpa.
Penyambutan penuh keakraban itu disaksikan oleh para tokoh agama serta rombongan Abdul Somad dari Indonesia.
Rizieq tak henti-hentinya mengajak untuk mendoakan pendakwah kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977. Abdul Somad merupakan tokoh agama yang dalam beberapa pekan terakhir jadi headline di sejumlah media gara-gara ditolak ketika mau ceramah di Bali dan Hong Kong.
Setelah penyambutan, mereka duduk di ruangan. Abdul Somad duduk di sebelah Rizieq.
Ada beberapa potongan video peristiwa pertemuan tokoh agama itu yang diunggah ke media sosial. Salah satu video memperlihatkan situasi penuh ger-geran ketika Abdul Somad menyampaikan pesan.
Video lain menunjukkan Rizieq menyampaikan amanat.
"Saya hanya punya amanat, jangan lupa semua, untuk tetap berada para habaib dan ulama yang istiqomah. Ikuti mereka, cintai mereka, bela mereka, jaga mereka. Jangan biarkan siapapun untuk mengganggu mereka," kata Rizieq yang diamini tamu yang hadir.
Rizieq juga mengajak untuk mendoakan yang terbaik untuk Abdul Somad. Dia berharap Abdul Somad menjadi pemersatu.
"Dan mudah-mudahan Ustadz Abdul Smoad, kita doakan sama-sama se-Indonesia, semuanya agar beliau selalu dilindungi oleh Allah SWT, (amin), dijaga dari makar-makar musuhnya, derajat beliau ditinggikan oleh Allah. mudah-mudahan beliau akan menjadi pemersatu umat Islam, (amin), dan juga menjadi penjaga agama bangsa dan negara."
Rizieq -- yang kini berstatus tersangka kasus hukum -- menyetujui pesan yang disampaikan Abdul Somad tentang Islam sebagai perekat bangsa.
"Dan betul apa yang tadi beliau sudah sampaikan, Islam di Indonesia sebagai mayoritas penduduk negeri, ini merupakan perekat, yang selama ini telah berhasil menjaga keutuhan NKRI."