Jenderal yang Ingin Ikut Pilkada Diminta Tiru Tentara Israel

Reza Gunadha | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 06 Januari 2018 | 14:30 WIB
Jenderal yang Ingin Ikut Pilkada Diminta Tiru Tentara Israel
Salim Said [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Pengamat Militer Salim Said meminta Jenderal yang masih aktif di TNI maupun Polri tapi ingin terjun ke dunia politik, untuk meniru tentara Israel.

Salim mengatakan, tentara Israel yang ingin maju dalam politik baru bisa direstui ketika sudah dua tahun pensiun atau mundur.

Hal itu disampaikan oleh Salim saat menanggapi adanya sejumlah jenderal aktif yang berhasrat maju dalam Pilkada serentak tahun 2018. Apalagi, beberapa di antaranya ngebet keluar dari institusinya meski belum memasuki masa pensiun.

"Saya di DPR itu pernah mengatakan, tentara Israel itu masa jedanya dua tahun. Sebab, Israel itu menarik, karena sebagian besar politikusnya itu jenderal," kata Salim dalam diskusi bertajuk 'Para Jenderal Berlaga di Pilkada' di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2018).

Hal yang sama juga berlaku di Amerika Serikat menurut Salim.

"Saya juga dapat informasi kalau Amerika itu juga dua tahun setelah keluar institusi baru boleh berpolitik. Tapi di Amerika itu tidak mencolok, karena jarang mantan tentara Amerika masuk politik," terangnya.

Menurutnya, adanya waktu jeda itu agar para jenderal tetap fokus di institusinya tanpa tergoda untuk melakukan politik praktis sebelum masa kerjanya berakhir.

"Itu perlu (masa tenggang). Supaya mereka tidak tergoda pada waktu-waktu terakhirnya di lembaga itu untuk investasi popularitas, agar terpilih atau dapat dukungan parpol guna pencalonan,” ujar Guru Besar Universitas Pertahanan tersebut.

Untuk diketahui, setidaknya ada lima jenderal aktif yang siap berlaga pada Pilkada 2018. Mereka adalah Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi yang bakal maju sebagai bakal Calon Gubernur Sumatera Utara.

Kemudian, dari jajaran Polri yakni Inspektur Jendral Polisi Safaruddin yang digadang-gadang akan maju di Pilkada Kalimantan Timur. Lalu ada Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan yang berniat maju di Pilkada Jawa Barat.

Setelah itu, Inspektur Jenderal Polisi Murad Ismail yang maju di Pilkada Maluku 2018 serta yang terakhir Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw yang akan maju dalam pemilihan Gubernur Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Israel Krisis Keuangan, Pemkot Yerusalem Pecat 2.150 Pegawai

Israel Krisis Keuangan, Pemkot Yerusalem Pecat 2.150 Pegawai

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 10:05 WIB

Uni Eropa Kecam UU Israel untuk Hukum Mati Warga Palestina

Uni Eropa Kecam UU Israel untuk Hukum Mati Warga Palestina

News | Jum'at, 05 Januari 2018 | 11:10 WIB

Tamimi, Bocah Palestina Pertama yang Dibunuh Israel Tahun 2018

Tamimi, Bocah Palestina Pertama yang Dibunuh Israel Tahun 2018

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 11:56 WIB

Israel Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati untuk Warga Palestina

Israel Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati untuk Warga Palestina

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 11:26 WIB

Tahun 2017, Banyak Tentara Israel yang Mati Bunuh Diri

Tahun 2017, Banyak Tentara Israel yang Mati Bunuh Diri

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 15:49 WIB

Terkini

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:25 WIB

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:24 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:17 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB