Polda Metro: Kemacetan di Jati Baru Tanah Abang Naik 60 Persen

Jum'at, 26 Januari 2018 | 15:24 WIB
Polda Metro: Kemacetan di Jati Baru Tanah Abang Naik 60 Persen
Pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru, Tanah Abang [suara.com/Lili Handayani]

Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyerahkan enam poin rekomendasi ke Pemprov DKI Jakarta dari evaluasi mengenai dampak penutupan Jalan Raya Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk kegiatan pedagang kaki lima.

Dari keenam poin rekomendasi itu, polisi meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau ulang kebijakan penutupan Jalan Raya Jati Baru di Tanah Abang.

"Pemerintah harus evaluasi dan kaji kembali kebijakan tersebut baik dari aspek sosial ekonomi, hukum sehingga tidak akan ada masalah hukum," kata Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra di Polda Metro Jaya, Jumat (26/1/2018).

Menurut Halim, rekomendasi diberikan usai polisi memantau kepadatan kendaraan selama satu bulan perihal penutupan Jalan Raya Jati Baru.

"Hasil pengamantan, survey ada kemacetan kepadatan ke arah Slipi kemudian Jati Baru ada kepadatan di jam-jam tertentu," katanya.

Selama Jalan Raya Jati Baru ditutup, kemacetan lalu lintas di ruas jalan lain naik signifikan hingga mencapai 60 persen.

"Berdasarkan pengamatan kami (kemacetan) 60 persen mengalami kenaikan," kara dia .

Dia juga menganggap adanya adanya penutupan kawasan tersebut, juga menimbulkan masalah baru.

"Jadi 6 rekomendasi dan 3 yang kita sebut karena sudah buat masalah baru seperti banyak angkot yang antri, menggangu pejalan kaki," katanya.

Baca Juga: Seminggu Penataan Tanah Abang, Kemacetan Diklaim Berkurang

Salah satu isi rekomendasi yang diberikan, polisi meminta agar Pemprov DKI mengembalikan fungsi Jalan Raya Jati Baru untuk lalu lintas kendaraan.

"Mengembalikan daripada fungsi jalan yang ditutup sehingga tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas," kata dia.

Dia juga meminta Pemprov agar mencari lokasi lain yang lebih pantas untuk PKL berjualan.

"Justru kami ikut perhatikan PKL sebagai rakyat kecil, sehingga perlu diberi tempat yang pantas," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI