Polisi Ungkap Peredaran 3.000 Lembar Dolar Palsu

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 01 Februari 2018 | 15:06 WIB
Polisi Ungkap Peredaran 3.000 Lembar Dolar Palsu
Seorang perempuan memamerkan uang dolar AS. [shutterstock]

Suara.com - Polisi meringkus lima pelaku peredaran uang palsu pecahan 100 dolar Amerika Serikat sebanyak 3 ribu lembar. 

Kasus ini terungkap saat penyidik Subdit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meringkus AS (60) dan DP (33) saat ingin bertransaksi dengan pelaku lain di depan sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan Serpong Raya, Tangerang Selatan, Kamis (18/1/2018).

"DP dan AS akan dijual seseorang yang kemudian ditangkap. Ada 3000 lembar (Dolar AS palsu) yang dia bawa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (1/2/2018).

Menurut Argo, kedua tersangka mengaku hanya disuruh oleh pelaku berinisial YM (59) yang merupakan pemilim uang dolar AS palsu tersebut. 



"Lalu dikembangkan ternyata AS dan DP ini dia hanya jualkan saja uang yang dimiliki YM.  Yang  punya uang Ym menyuruh keduanya menjualkan," kata dia. 

Argo menyampaikan, apabila dilihat secara kasat mata, uang dolar palsu ini memang persis dengan uang asli. Apabila 3 ribu lembar uang palsu itu dikonversikan ke mata uang rupiah bisa mencapai Rp3,9 miliar.

"Sama (dengan dolar AS asli), ada namanya pita uang juga uang (palsu) ini. Lalu gambarnya juga enggak pudar," kata dia. 

Dari hasil pemeriksaan, motif para tersangka menggunakan upal untuk melakukan penipuan investasi. 

"Dia pakai untuk menipu investasi, penggandaan uang juga, nah kan orang awam nggak tahu kalau itu uang palsu," katanya. 

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian meringkus YM saat berada di rumah kontrakannya di kawasan Cibodas Sari, Cibodas, Tangerang. Kepada polisi, YM mengaku mendapatkan uang dolar AS palsu itu dari pelaku bernama Ida (56). 

"Setelah YM ditangkap, ternyata upal ini berasal dari Ida. 

"Tersangka mengaku membeli uang 3.000 lembar tersebut dari tersangka IS seharga Rp 16 juta," kata Argo.

Tak lama kemudian, Ida diringkus polisi di kediamannya di kawasan Cilangkap, Lumpang, Parung Panjang, Bogor.

Menurut Argo, Ida menjual uang dolar palsu itu kepada tersangka YM dengan sistem putus. Bahkan, peredaran upal ini hanya dilakukan secara personal antara pemilik dan pembeli. 

Dari keterangan Ida, polisi kemudian menangkap lagi pelaku lain berinisial R. kawasan Kaserengan, Ciruas, Serang, Banten, Selasa (23/1/2018).

Argo menerangkan, uang palsu dari sindikat ini berasal dari pelaku O yang masih diburu polisi. 

"R mengaku mendapatkan uang dari tersangka O yang saat ini masih DPO, masih kami kejar," katanya.

Argo menambahkan, polisi saat ini masih mendalami soal asal usil dari pembuatan uang dolar AS palsu ini. Polisi juga masih menyelidiki apakah peredaran upal ini sudah sampai ke luar negeri atau tidak.  

"Berkaitan asal usul upal ini. Apakah dia cetak sendiri atau darimana masih kami cari," kata dia.

Atas kejahatan yang dilakukan, kelima tersangka ini dijerat Pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan Mata Uang dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Uang Palsu Ditemukan Terserak di Jalanan Karanganyar

Uang Palsu Ditemukan Terserak di Jalanan Karanganyar

News | Senin, 29 Januari 2018 | 04:00 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu di Surabaya

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu di Surabaya

News | Selasa, 16 Januari 2018 | 06:21 WIB

Gawat! Uang Palsu Meningkat Drastis di NTT

Gawat! Uang Palsu Meningkat Drastis di NTT

News | Jum'at, 15 Desember 2017 | 23:47 WIB

Dapat Bisikan Dukun, Pembuat Uang Palsu Sembunyi di Goa

Dapat Bisikan Dukun, Pembuat Uang Palsu Sembunyi di Goa

News | Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:54 WIB

Mafia Uang Palsu di Pulau Jawa Digelandang Polisi

Mafia Uang Palsu di Pulau Jawa Digelandang Polisi

News | Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:06 WIB

Terkini

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:46 WIB

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:42 WIB

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:28 WIB

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB