Polisi Tangerang Razia Pengidap Gangguan Jiwa di Jalanan

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 14 Februari 2018 | 15:21 WIB
Polisi Tangerang Razia Pengidap Gangguan Jiwa di Jalanan
Ilustrasi gangguan jiwa. (Shutterstock)

Suara.com - Aparat Polres Kota Tangerang melakukan razia terhadap pengidap gangguan jiwa yang masih berkeliaraan di lingkungan masyarakat, Rabu (14/2/2018). Razia ini bertujuan untuk melindungi mereka.

Razia yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dilaksanakan menyusul aksi main hakim sendiri warga terhadap pengidap gangguan jiwa karena dituduh melakukan penganiayan terhadap pemuka agama.

"Orang dengan gangguan jiwa kita amankan di Dinsos. Bukan berarti mereka berbuat kekerasan, namun untuk mengamankan mereka dari kemungkinan amuk warga," kata Kapolresta Tangerang Komisari Besar Sabilul Alif.

Menurutnya, penyisiran terhadap warga yang memiliki gangguan jiwa agar bisa dirawat secara baik di Dinsos Kabupaten Tangerang. Dalam razia ini, petugas menangkap 10 warga yang diduga tak waras. Mereka terdiri dari 6 lelaki dan 4 perempuan.

"Meski mengalami gangguan jiwa, mereka tetap manusia, harus kita perlakukan layak," kata dia.

Sabilul menambahkan, razia ini bakal rutin dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya aksi main hakim warga terhadap pengidap gangguan jiwa.

Selain itu, Sabilul juga berharap masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu penyerangan tokoh agama yang belakangan ini sedang marak.

"Kita bersama instansi terkait senantiasa berusaha untuk meningkatkan patroli dan pengawasan. Masyarakat kami imbau tetap tenang," kata dia.

Seperti diketahui, lelaki bernama Wahyu (28) menjadi korban pemukulan sekelompok warga lantaran dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia dan hendak menyerang tokoh agama bernama Encep Muhaimin.

baca juga

Peristiwa pengeroyokan terhadap Wahyu terjadi di Kelurahan Sukaratu, Majasari Pandeglang, Banten, Minggu (11/2/2018) lalu.

Aksi main hakim itu terjadi menyusul maraknya isu penyerangan terhadap pemuka agama yang berkembang di masyarakat. Agus yang dicurigai warga kerap mondar mandir di kediaman Encep akhirnya ditangkap dan dihakimi warga.

Setelah dilakukan pemeriksaan, orang yang dikeroyok ternyata merupakan pasien sakit jiwa yang kabur dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya, Cipayung, Jakarta Timur. Akibat aksi penganiyaan itu, Wahyu mengalami sembilan luka jahitan di pelipis mata kiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orang Gila Pakai Mukena di Ponpes, Dikira Mau Serang Kiai

Orang Gila Pakai Mukena di Ponpes, Dikira Mau Serang Kiai

News | Senin, 12 Februari 2018 | 05:15 WIB

Polisi Bantah Terjadi Penganiayaan Terhadap Santri di Garut

Polisi Bantah Terjadi Penganiayaan Terhadap Santri di Garut

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 07:19 WIB

MUI Minta Ulama dan Masyarakat Tak Resah dengan Isu Orang Gila

MUI Minta Ulama dan Masyarakat Tak Resah dengan Isu Orang Gila

News | Rabu, 07 Februari 2018 | 06:55 WIB

Polisi Tangkap Orang Gila yang Menyusup ke Ponpes di Sukabumi

Polisi Tangkap Orang Gila yang Menyusup ke Ponpes di Sukabumi

News | Rabu, 07 Februari 2018 | 06:51 WIB

Tragis, di Wilayah Ini 2.452 Orang Kena Gangguan Jiwa

Tragis, di Wilayah Ini 2.452 Orang Kena Gangguan Jiwa

Health | Kamis, 11 Januari 2018 | 06:42 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×